Radarjombang.id – Proyek ruang terbuka hijau (RTH) di Desa Ceweng, Kecamatan Diwek, hingga kini belum menunjukkan kejelasan.
Setelah pembangunan pagar tematik pada 2019, kelanjutan proyek RTH di Jalan Raya Diwek tersebut tak kunjung terealisasi.
Pantauan di lokasi, lahan seluas 3.750 meter persegi itu masih dibiarkan menganggur. Di sekitar area tersebut lebih banyak dimanfaatkan sebagai tempat parkir truk.
Sementara itu, pagar tematik yang dibangun pada 2019 dengan anggaran sekitar Rp 147 juta tampak kurang terawat.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jombang menyebutkan, pada APBD 2026 belum ada anggaran untuk melanjutkan pembangunan RTH Diwek.
”Masih belum. Rencana kami konsentrasi ke luar kawasan perkotaan Jombang dan sekitarnya dulu, sekaligus untuk pengembangan wilayah,” terang Kepala DLH Jombang Miftahul Ulum.
Meski demikian, Ulum tidak menampik kemungkinan pembangunan RTH Diwek dilakukan pada tahun anggaran berikutnya.
Hal itu sejalan dengan target Bupati Jombang Warsubi yang menargetkan pembangunan lima RTH di berbagai wilayah selama masa kepemimpinannya. ”Ya, tentu nanti kami menunggu arahan pimpinan,” papar dia.
Saat ini, pemkab masih memprioritaskan persiapan proyek RTH Ngoro. Tahapan perencanaan disebut hampir rampung, termasuk penyusunan Detail Engineering Design (DED). DLH Jombang tinggal menyerahkan desain akhir kepada Bupati Jombang sebelum masuk tahap lanjutan.
”DED RTH Ngoro sudah selesai. Tinggal kami sampaikan ke Abah Bupati untuk desain akhirnya,” papar Ulum.
Jika berjalan sesuai rencana, proyek RTH Ngoro akan mulai dilelang awal tahun depan. Anggaran yang disiapkan mencapai Rp 2,8 miliar, dengan target proses lelang pada Februari atau Maret.
Sementara itu, rencana pembangunan RTH di Kecamatan Kabuh masih berada pada tahap awal. Saat ini, DLH Jombang masih melakukan pembahasan internal, terutama terkait kesiapan dan status aset lahan.
Penyusunan DED dijadwalkan pertengahan 2026, disusul proses lelang pada periode yang sama. ”Untuk RTH Kabuh masih kami diskusikan dengan bagian aset.
DED direncanakan pertengahan 2026, lelangnya sekitar pertengahan tahun,” jelas Ulum. Anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan RTH Kabuh mencapai Rp 2,3 miliar. (ang/naz)
Editor : Anggi Fridianto