Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Gagal Lelang 3 Kali, Jembatan Kudubanjar Jombang Bakal Dibangun 2026 dengan Rangka Baja Bailey

Ainul Hafidz • Selasa, 25 November 2025 | 14:50 WIB

 

Wakil Bupati Jombang Salmanudin Yazid saat sidak jembatan swadaya masyarakat di Desa Kudubanjar (23/11)
Wakil Bupati Jombang Salmanudin Yazid saat sidak jembatan swadaya masyarakat di Desa Kudubanjar (23/11)

Radarjombang..id – Harapan warga Desa Kudubanjar, Kecamatan Kudu, Jombang untuk memiliki jembatan permanen kembali terbuka.

Setelah gagal terealisasi tahun ini akibat lelang yang tidak kunjung berhasil, Pemkab Jombang memastikan pembangunan jembatan akan dilaksanakan pada 2026 dengan menggunakan rangka baja model bailey.

Plt Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Jombang, Syaiful Anwar, menyebut seluruh dokumen perencanaan sudah siap.

Saat ini hanya menunggu survei eskalasi harga sebelum masuk tahap pengadaan barang dan jasa melalui sistem e-purchasing mini kompetisi.

”Jadi rencananya tahun depan di-PAPBD. Insya Allah waktunya masih cukup,” kata Syaiful.

Jembatan akan menggunakan struktur rangka baja tipe bailey yang dikenal cepat dikerjakan namun tetap bisa bersifat permanen.

Abutmen atau fondasi ujung jembatan dibangun permanen, sementara gelagarnya memakai rangka baja.

”Pakai jembatan bailey persis di Desa Gondangmanis (Kecamatan Bandarkedungmulyo), di sana (pengerjaan) selama dua bulan,” ujarnya.

Kepala Desa Kudubanjar, Gatot Kuswanto, membenarkan pembangunan gagal dilakukan tahun ini karena lelang tidak berhasil hingga tiga kali.

Namun ia berharap tahun depan benar-benar terealisasi.

”Mudah-mudahan tidak mundur lagi. Gus Wabup (M Salmanudin) menyampaikan insya Allah bisa tahun depan,” kata Gatot.

Jembatan Kudubanjar memiliki peran vital sebagai penghubung Dusun Kudubanjar dengan Dusun Ketapanglor, sekaligus akses menuju Desa Sumbernongko, Kecamatan Ngusikan.

Wilayah ini terbelah Kali Marmoyo.

Saat ini, jembatan darurat hasil swadaya masyarakat pada 2022 hanya bisa dilalui sepeda motor dan pejalan kaki.

”Untuk kendaraan roda empat, warga harus memutar sejauh 1–1,5 kilometer ke jembatan lain di sisi timur atau barat,” jelas Gatot.

Sebelumnya, Wabup Jombang Salmanudin Yazid meninjau langsung kondisi jembatan darurat.

Ia menegaskan Pemkab sebenarnya telah mengalokasikan anggaran Rp 2,9 miliar pada APBD 2025.

Namun karena gagal lelang dan waktu yang terlalu mepet, anggaran itu harus di-SILPA-kan dan dialokasikan kembali di tahun 2026.

 

”InsyaAllah, pembangunan jembatan ini direncanakan akan dimulai pada pertengahan tahun 2026,” kata Gus Salman. (fid/naz)

 

 

Editor : Anggi Fridianto
#sidak #Kudubanjar #Jembatan #Jombang #Pemkab Jombang #Wabup Jombang