Radarjombang.id - Tak hanya meninjau bangunan Puskesmas Keboan, rombongan Wabup Jombang Salmanudin Yazid juga mengecek sejumlah insfrastruktur lain.
Antara lain jembatan darurat di Desa Kudubanjar, dan proyek pengecoran jalan di Kecamatan Ploso.
Di lokasi, Wabup mengecek kondisi jembatan yang dibangun hasil swadaya warga. ”Masyarakat minta dibangunkan jembatan yang lebih layak sesuai standar teknis,” terang Wabup Salman.
Di menerangkan, sebenarnya Pemkab Jombang melalui Dinas Perumahan dan Permukiman sudah mengalokasikan pembangunan anggaran sebesar Rp 2,9 miliar dari APBD 2025 untuk pembangunan Jembatan Kudubanjar.
”Namun, sudah dilelang gagal sampai tiga kali tidak menmukan pemenang lelang, berhubung waktu mepet mendekati akhir tahun akhirnya anggarannya di SILPA-kan dan akan dialokasikan lagi di tahun 2026,” tandasnya.
Jembatan yang direncanakan memiliki lebar 4,2 meter dan bentangan 30 meter itu diharapkan memangkas jarak tempuh dan mempermudah mobilitas warga.
Wabup juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk merealisasikan pembangunan tersebut. ”InsyaAllah, pembangunan jembatan ini direncanakan akan dimulai pada pertengahan tahun 2026,” tandasnya.
Wabup juga meninjau proyek pengecoran jalan di Kecamatan Ploso.
Jalanan yang sebelumnya rusak, kini sudah mulus. Wabup Salmanudin menyampaikan apresiasi atas rampungnya perbaikan tersebut.
”Alhamdulillah, proses pengecoran telah selesai. Semoga jalan yang mulus ini dapat segera memberikan manfaat nyata, memperlancar mobilitas, dan meningkatkan perekonomian masyarakat Jombang secara keseluruhan,’’ pungkasnya. (ang/naz)
Editor : Anggi Fridianto