Radarjombang.id – Persiapan pemberangkatan jamaah haji Kabupaten Jombang 2026 terus menunjukkan progres menggembirakan.
Kementerian Agama (Kemenag) Jombang bergerak cepat memastikan seluruh proses administrasi, terutama pengurusan paspor selesai tepat waktu.
’’Paspor jamaah haji kita sudah mencapai 90 persen. Ini capaian yang sangat baik. Kami ingin seluruh jamaah berangkat tanpa ada kendala administratif,’’ kata Kepala Selso Haji dan Umrah Kemenag Jombang, Ilham Rohim, (16/11).
Pihaknya melakukan percepatan sejak awal tahun agar tidak terjadi penumpukan jelang keberangkatan.
Total 1.087 jamaah haji Jombang yang akan berangkat 2026. Rinciannya, jamaah tunda 128 orang. Jamaah sudah memiliki paspor 635 orang. Jamaah dalam proses pembuatan paspor 75 orang. Serta status paspor belum diketahui 249 orang.
Sebanyak 249 jamaah yang belum diketahui status paspornya telah ditindaklanjuti melalui pendalaman data. Hasilnya, 188 orang telah menyatakan kesiapan berangkat.
’’Mereka sudah kami hubungi satu per satu. Kami pastikan tidak ada jamaah yang tertinggal prosesnya,’’ terangnya.
Sementara 61 jamaah lainnya, sebagian besar pemegang porsi asal Batu, masih belum memberikan konfirmasi.
’’Kami masih menunggu kepastian dari mereka. Jika ada jamaah yang mundur atau belum siap, kami harus menyiapkan langkah antisipasi agar kuota Jombang tidak terbuang,’’ tegasnya.
Kemenag Jombang juga menggencarkan bimbingan manasik haji lebih awal. ’’Manasik ini sangat penting. Kami tidak ingin jamaah hanya siap secara administrasi, tetapi juga siap secara mental, fisik, dan spiritual,’’ ucapnya.
Baca Juga: Terungkap! Dugaan Korupsi Kuota Haji Seret Dirjen PHU Kemenag ke KPK
Materi manasik meliputi tata cara ibadah, manajemen perjalanan, hingga simulasi kondisi di Arab Saudi.
Seluruh tahapan persiapan ini dilakukan untuk meminimalkan kendala saat pemberangkatan.
’’Kami ingin tahun 2026 menjadi pemberangkatan yang paling tertib. Semua langkah kami mulai lebih dini agar jamaah merasa tenang dan terbimbing,’’ ungkapnya.
Kemenag juga akan terus melakukan pemantauan intensif terhadap jamaah yang belum menyatakan kesiapan.
’’Kami berkomitmen memastikan seluruh kuota Jombang terpenuhi. Tidak boleh ada kursi kosong hanya karena persoalan komunikasi atau keterlambatan administrasi,’’ tegasnya.(yan/jif)
Editor : Anggi Fridianto