Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Debit Air Mendadak Naik, Normalisasi Afvoer Watudakon Jombang Terhenti Total

Ainul Hafidz • Sabtu, 15 November 2025 | 14:42 WIB

 

BELUM TUNTAS: Normalisasi Afvoer Watudakon di Desa Pojokkulon, Kecamatan Kesamben.
BELUM TUNTAS: Normalisasi Afvoer Watudakon di Desa Pojokkulon, Kecamatan Kesamben.

Radarjombang.id – Pekerjaan normalisasi Afvoer atau saluran buang Watudakon di Kecamatan Kesamben terpaksa dihentikan.

Debit air yang meningkat beberapa hari terakhir membuat aktivitas sementara tidak bisa dilanjutkan.

Alat berat milik Dinas PUPR Jombang masih disiagakan di lokasi, sementara alat berat milik BBWS Brantas sudah ditarik.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang Bayu Pancoroadi melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Sultoni membenarkan kondisi tersebut. ”Saat ini sudah tak ada lagi kegiatan.

Alat kami masih di lokasi, masih menunggu kondisi debit air karena airnya tinggi,” kata Sultoni.

Menurutnya, pihak balai lebih dulu menarik alat berat karena tidak memungkinkan bekerja dalam kondisi debit besar. ”Untuk balai, alatnya sudah ditarik karena sudah tidak bisa bekerja lagi,” ujarnya.

Pihaknya memilih menghentikan aktivitas normalisasi sementara mempertimbangkan faktor keselamatan dan kualitas pekerjaan.

Normalisasi akan dilanjutkan kembali setelah debit air turun dan kondisi sungai dinilai aman untuk operasional alat berat. ”Kalaupun dipaksakan akan membahayakan dan tidak bisa maksimal, karena debit aliran tinggi,” ungkap Sultoni.

Terpisah, Mu’alim, Juru Pengairan UPT PSDA Kecamatan Kesamben dari Dinas PUPR Jombang, membenarkan, seluruh kegiatan normalisasi berhenti lantaran debit air tinggi.

”Normalisasi saat ini sudah dihentikan, karena debit air tinggi. Baik dari dinas (Dinas PUPR) maupun balai (BBWS) Brantas,” kata Mu’alim.

Bahkan, lanjut Mualim, alat berat BBWS Brantas OP 5 ditarik sejak Rabu (13/11) setelah hanya mampu mengerjakan sekitar 600 meter di sisi kanan saluran.

Padahal sesuai rencana normalisasi dilanjutkan sampai ke hilir, tepatnya sampai belakang Kimia Farma di Desa Jombok. ”Alat berat milik BBWS OP 5 sudah ditarik 13 November kemarin. Informasinya dapat 600 meter sisi kanan,” imbuhnya. (fid/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#watudakon #terganggu #Jombang #normalisasi aliran sungai #afvoer