Radarjombang.id – Sebanyak 393 pejabat administrator di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang mengikuti kegiatan Profiling ASN (ProASN) yang diselenggarakan Badan Kepegawaian dan Pelatihan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).
Asesmen berbasis Computer Assisted Test (CAT) ini berlangsung selama dua hari di Aula Kantor Regional II Badan Kepegawaian Negara (BKN) Surabaya, Senin (10/11).
Kegiatan ini merupakan implementasi dari program prioritas nasional untuk Penguatan ASN berbasis Merit, sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.
”Hasil ProASN akan menjadi fondasi data yang krusial untuk pemetaan kompetensi, perencanaan karier, serta proses mutasi dan promosi jabatan yang lebih transparan dan objektif,” tegas Kepala BKPSDM Kabupaten Jombang, Anwar.
Ia menegaskan, profiling ASN bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan instrumen strategis untuk membangun birokrasi yang berintegritas dan berkinerja.
”Melalui ProASN, kita ingin memastikan proses pengelolaan SDM aparatur di Jombang berjalan sesuai prinsip meritokrasi. ASN yang memiliki potensi dan kompetensi tepat akan mampu memberikan kontribusi optimal bagi pelayanan publik dan pembangunan daerah,” tutur Anwar.
Disinggung terkait kegiatan profiling ASN berkaitan dengan rencana pemkab melaksanakan mutasi pejabat jilid III, Anwar tak menampik. ”Hasil CAT ProASN ini akan menjadi salah satu indikator objektif bagi tim penilai kinerja dalam proses mutasi dan promosi jabatan,” tegasnya.
Anwar menyebut kegiatan ini sebagai investasi jangka panjang. ”CAT ProASN ini bukan sekadar ujian. Melalui sistem CAT, kami mendapatkan peta kompetensi ASN Jombang yang akurat. Data inilah yang nantinya akan menjadi panduan bagi pemerintah daerah dalam menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan yang tepat sasaran, serta penempatan formasi jabatan yang tepat orang,” jelas Anwar.
Seperti diberitakan sebelumnya, setelah melantik 66 pejabat eselon II, III, dan IV pada Jumat (7/11) lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang kini mulai memproses mutasi pejabat tahap selanjutnya.
Rencananya, mutasi pejabat jilid III akan digelar pada Desember mendatang atau paling lambat awal 2026.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Jombang Anwar mengatakan, saat ini pihaknya tengah menyiapkan tahapan dan melakukan evaluasi kinerja aparatur sipil negara (ASN) di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). ”Mutasi tahap ketiga sedang kita proses, tapi pelaksanaannya masih menunggu instruksi dari Abah Bupati,” terang Anwar, Minggu (9/11).
Baca Juga: Mutasi Gelombang II, 66 Pejabat Dilantik, Ini Pesan Bupati Jombang untuk Mereka
Meski belum bisa memastikan, Anwar menyebut kemungkinan mutasi dilaksanakan pada akhir Desember ata paling lambat awal tahun depan. ”Kemungkinan bisa dilaksanakan di akhir tahun ini atau awal tahun depan,” ujarnya.
Menurut Anwar, penjadwalan mutasi dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari strategi pemkab dalam melakukan penataan jabatan dan penyegaran kinerja ASN.
Ia menegaskan, setiap tahapan rotasi dilakukan berdasarkan hasil evaluasi kinerja serta rekomendasi dari kepala daerah. ”Rangkaian mutasi ini merupakan bagian dari penataan birokrasi untuk memperkuat kinerja perangkat daerah dan memastikan pejabat yang ditempatkan sesuai kompetensinya,” pungkasnya. (yan/naz)
Editor : Anggi Fridianto