Radarjombang.id – Upaya Pemkab Jombang untuk menata kembali Pasar Citra Niaga (PCN), terutama pedagang lantai dua belum akan terwujud dalam waktu dekat.
Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang mengaku penataan sementara ini terkendala anggaran.
Kepala Disdagrin Jombang Suwignyo mengatakan, pihaknya sudah menyusun sejumlah rencana untuk memanfaatkan area lantai dua PCN yang kini sepi aktivitas.
Namun, karena efisiensi anggaran, rencana tersebut belum bisa direalisasikan.
”Kami sudah merencanakan beberapa hal, tetapi sementara ini terkendala anggaran karena efisiensi. Kami juga sudah menyampaikan berbagai opsi kepada pimpinan,” kata Suwignyo.
Salah satu rencana yang sempat diajukan, menjadikan lantai dua PCN sebagai lapangan futsal dan ruang bagi pelaku UMKM.
Namun, rencana itu belum mendapat keputusan final karena masih banyak pertimbangan dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).
”Kami sudah sampaikan ke Pak Sekda, di atas bisa dipakai tempat futsal dan sampingnya menampung pelaku UMKM. Tapi, dari teman-teman Bappeda ada pertimbangan lain, sehingga belum dikerucutkan,” imbuh dia.
Ditambah lagi, pada 2026 nanti Disdagrin berpeluang besar tak memiliki kegiatan pengerjaan fisik di pasar.
”Untuk tahun depan, sementara kami tidak ada kegiatan fisik sama sekali,” kata Suwignyo.
Seperti diberitakan sebelumnya, kondisi PCN Jombang kini kian memprihatinkan.
Lantai dua yang dulu ramai dengan aktivitas perdagangan berubah menjadi deretan lapak kosong dan kumuh.
Hanya beberapa pedagang yang masih bertahan, meski omzet penjualan terus menurun.
Salah satu pedagang Jauhari mengaku, kecewa karena setelah dilakukan pembongkaran sejumlah lapak beberapa waktu lalu, tidak ada tindak lanjut dari pemkab.
”Setelah pembongkaran lapak, sampai sekarang kelanjutannya tidak jelas. Kami para pedagang sejak dulu menunggu upaya Pemkab menghidupkan kembali pasar,” keluhnya, Selasa (28/10).
Hal senada disampaikan Rochim, salah satu pengunjung pasar. Ia menilai pemerintah daerah kurang serius mengelola aset sebesar PCN.
”Aset sebesar dan seluas ini nggak terurus, sayang sekali. Kalau dibiarkan seperti ini, wajar pedagang ogah balik dan memilih jualan di pinggir jalan. Kalau bangunan direhab dan lapak ditata dengan baik, pasti pedagang mau jualan di sini,” ujarnya.
Para pedagang berharap Pemkab Jombang tidak hanya berhenti pada pembongkaran dan pembersihan, tetapi juga memiliki strategi konkret untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di PCN. (fid/naz)
Editor : Anggi Fridianto