Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Cegah Tragedi Bangunan Ambruk, Gus Sentot Ajak Pesantren di Jombang Lakukan Cek Kekuatan Gedung

Rojiful Mamduh • Jumat, 31 Oktober 2025 | 11:55 WIB

 

TELADAN: Wakil Ketua DPRD Jombang, HM Syarif Hidayatullah ST MMT (Gus Sentot), saat menghadiri pertemuan Asparagus Jombang di PP Babussalam Kalibening, Mojoagung, Rabu (29/10).   
TELADAN: Wakil Ketua DPRD Jombang, HM Syarif Hidayatullah ST MMT (Gus Sentot), saat menghadiri pertemuan Asparagus Jombang di PP Babussalam Kalibening, Mojoagung, Rabu (29/10).  

 

Radarjombang.id - Wakil Ketua DPRD Jombang, HM Syarif Hidayatullah ST MMT (Gus Sentot), menghadiri silaturahmi aspirasi para gus (Asparagus)  Jombang di Pondok Pesantren Babussalam Kalibening, Mojoagung, Rabu (29/10).

’’Banyak hal yang kita saling sharing dalam silaturahmi Asparagus,’’ kata Pengasuh Asrama Sulaiman Bilqis dan Bilqis 2 PP Darul Ulum Rejoso ini.

Di antaranya langkah antisipasi agar tidak terjadi bangunan ambruk seperti di Pesantren Al Khoziny Sidoarjo.

’’Kita akan cek kekuatan bangunan-bangunan pondok yang sudah ada,’’ ucap ketua DPC Demokrat Jombang ini. Karena tiap bangunan punya masa kokohnya. ’’Kalau memang sudah waktunya dirobohkan, ya perlu diganti bangunan baru,’’ ungkap ketua PSSI dan Perkemi Jombang ini.

Ada juga aspirasi agar Pemkab Jombang memberi fasilitas kemudahan dan keringanan biaya pengurusan izin mendirikan bangunan (IMB) pesantren.

’’Pesantren itu bukan tidak mau mengurus IMB. Tapi biayanya yang kemahalan bagi lembaga sosial seperti pesantren,’’ tegas alumnus S2 Teknik Industri ITS Surabaya yang kini dosen di Universitas Islam Tribakti Kediri.

Asparagus juga berbagi terkait pola pengasuhan santri.

’’Di antara aspirasi yang muncul perlunya mengembalikan sekolah enam hari,’’ ujar ketua MPC Pemuda Pancasila Jombang kelahiran 23 Maret 1975 ini.

Karena ketika sekolah masuk lima hari dan libur dua hari, banyak santri yang izin pulang saat libur Sabtu-Minggu.

’’Jadi bukan hanya TPQ (Taman Pendidikan Alquran) di desa-desa yang kena dampak negatif sekolah lima hari. Pesantren juga merasakan dampaknya,’’ kata putra KH Rifai Romly dan Hj Ummu Aiman binti KH Mahrus Ali Lirboyo. (jif/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#wakil ketua DPRD Jombang #Jombang #Pemkab Jombang #gus sentot