Radarjombang.id – Kasus kematian akibat stroke di Kabupaten Jombang masih tergolong tinggi.
Setiap bulan, RSUD Jombang menerima rata-rata sekitar 160 pasien stroke dengan angka kematian mencapai belasan pasien.
Direktur RSUD Jombang, dr. Pudji Umbaran, menyebut angka kematian akibat stroke masih cukup memprihatinkan.
”Rata-rata pasien yang meninggal karena stroke sekitar 12 orang per bulan,” ungkapnya, Kamis (30/10).
Menurut Pudji, kasus stroke di Jombang cenderung tinggi dan hampir setiap hari ditemukan pasien baru.
”Masyarakat yang mengalami stroke biasanya mengeluhkan adanya gangguan pembuluh darah di otak, baik karena sumbatan maupun pecahnya pembuluh darah dan jumlahnya sangat tinggi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Jombang rata-rata terdapat sekitar 100 pasien datang setiap hari.
Dari jumlah itu, 15 hingga 20 persen di antaranya merupakan kasus gangguan pembuluh darah di otak atau stroke.
”Angka tersebut menunjukkan betapa seriusnya ancaman stroke bagi masyarakat. Karena itu, kami menyiapkan unit stroke khusus untuk mempercepat penanganan pasien agar angka kematian bisa ditekan,” terang Pudji.
Pudji juga mengingatkan pentingnya deteksi dini dan penerapan gaya hidup sehat untuk mencegah risiko stroke.
”Pasien yang datang dengan gejala awal harus segera ditangani. Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang untuk sembuh dan mencegah komplikasi berat,” pungkasnya. (ang/naz)
Editor : Anggi Fridianto