Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Upaya Tingkatkan Kualitas Hidup Keluarga, DPPKB PPPA Jombang Bentuk Perdes Ramah Perempuan dan Anak hingga SOTH

Wenny Rosalina • Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:35 WIB
2.	ENERGIK: Kepala DPPKB PPPA Jombang, dr Ma’murotus Sa’diyah MKes, saat mengikuti kegiatan wisuda sekolah orang tua hebat (SOTH).
2. ENERGIK: Kepala DPPKB PPPA Jombang, dr Ma’murotus Sa’diyah MKes, saat mengikuti kegiatan wisuda sekolah orang tua hebat (SOTH).

Radarjombang.id - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB PPPA) Jombang terus berupaya untuk memberdayakan perempuan dan anak melalui program-program unggulan.

Bidang Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan dan Anak (PKHPA) berhasil melakukan pembentukan dan penetapan Peraturan Desa (Perdes) tentang Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) di enam desa.

Rinciannya Megaluh, Sidomulyo, Kedungrejo, Sentul, Gabusbanaran, dan Kedungotok.

Keenam desa tersebut kini memiliki dasar hukum yang jelas dalam melaksanakan program-program yang berpihak pada perempuan dan anak.

Termasuk upaya pencegahan kekerasan, perkawinan anak, serta peningkatan partisipasi perempuan dalam pembangunan desa.

’’Langkah ini diharapkan menjadi pemicu bagi desa lainnya untuk turut membentuk Perdes serupa sehingga target perluasan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak di Kabupaten Jombang dapat terus meningkat dari tahun ke tahun,’’ kata Kepala DPPKB PPPA Jombang, dr Ma’murotus Sa’diyah MKes.

SAPA Desa (Sahabat Perempuan dan Anak Desa) juga dibentuk di enam desa. Yakni Desa Megaluh, Sidomulyo dan Kedungrejo Kecamatan Megaluh. Serta Sentul, Gabusbanaran, dan Kedungotok Kecamatan Tembelang.

SAPA Desa berperan sebagai garda terdepan dalam deteksi dini, pendampingan, serta pelaporan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di tingkat desa.

Anggotanya terdiri dari perangkat desa, kader, dan tokoh masyarakat yang peduli terhadap isu perlindungan perempuan dan anak. Kehadiran SAPA Desa memperkuat sistem rujukan dan layanan cepat tanggap di tingkat akar rumput.

Pelatihan Training of Trainer (ToT) Fasilitator Sekolah Perempuan (Sekoper) diikuti 30 peserta dari berbagai unsur.

Yakni perwakilan SEKOPER Desa Bedahlawak, Ngogri, dan Pucangsimo. Perguruan Tinggi Mitra Universitas Darul Ulum dan Institut Teknologi dan Bisnis PGRI Dewantara.Organisasi Perempuan Muslimat, Fatayat, dan Aisyiyah.

Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga mengadakan program sekolah orang tua hebat.

Bekerjasama dengan pemerintah desa dalam pengaggarannya. Sebanyak enam desa di Kecamatan Jombang dan 11 Desa di Kecamatan Ngusikan telah menyelesaikan SOTH.

Ditandai dengan diadakannya wisuda SOTH yang dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Jombang Yuliati Nugrahani Warsubi dan Kepala Dinas PPKB PPPA Kabupaten Jombang.

’’Melalui kegiatan ini diharapkan orang tua dapat menjadi orang tua hebat dalam keluarga masing-masing dengan bekal ilmu yang diberikan selama menjalani kegiatan SOTH,’’ jelasnya.  

Duta Genre Lahirkan Remaja Aktif Kreatif dan Inovatif

Selain itu, DPPKB PPPA Jombang telah sukses menyelenggarakan pemilihan Duta GENRE 2025 di Gedung Bung Tomo.

Sebanyak 10 pasang Finalis Duta GENRE mengikuti rangkaian grand final Pemilihan Duta GENRE Kabupaten Jombang.

Final dihadiri Asisten 1 Pemerintah Kabupaten Jombang, Purwanto, Ibu GENRE (Ibu Ketua TP PKK), Yuliati Nugrahani Warsubi dan, serta perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur.

’’Anak-anak duta genre yang nantinya akan menjadi fasilitator remaja guna pencegahan kekerasan seksual, narkoba, hingga perkawinan anak,’’ kata Kepala DPPKB PPPA Jombang, dr Ma’murotus Sa’diyah MKes.

Sedangkan Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak sukses menggelar bimbingan teknis (Bimtek) SRA (Satuan Pendidikan Ramah Anak) 2025 di Kabupaten Jombang.

Bimbangan berjalan lancar dan mendapat respon positif dari peserta. Hasil Bimtek menunjukkan peningkatan komitmen sekolah dalam mengembangkan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Sasaran tahun ini sejumlah 40 sekolah yang mendapatkan Bimtek SRA. Hasil dari Bimtek SRA yaitu penandatanganan komitmen bersama oleh seluruh perwakilan masing-masing sekolah.

’’Sekolah harus menjadi tempat paling aman dan nyaman bagi anak. Harapannya, 40 sekolah yang mendapatkan bimtek SRA dapat menerapkan ilmu yang diberikan di sekolah masing-masing,’’ ungkapnya. (wen/jif)

 

 

 

 

Editor : Anggi Fridianto
#dinas #Jombang #Pemkab Jombang #DPPKB PPPA