Radarjombang.id – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kabupaten Jombang terus berupaya mendorong pertumbuhan dan daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah melalui kegiatan pendampingan dan pembinaan rutin setiap pekan.
Kepala Disdagrin Jombang Suwignyo mengatakan, pihaknya secara konsisten melakukan peninjauan ke berbagai pelaku UMKM di wilayah Kabupaten Jombang setiap hari Senin.
”Kami melakukan kegiatan rutin setiap hari Senin untuk meninjau UMKM. Tujuannya agar mereka bisa naik kelas, tidak hanya dari sisi produksi tetapi juga pengemasan dan pemasaran,” ujarnya.
Menurut Suwignyo, kegiatan ini tidak hanya sebatas kunjungan, tetapi juga mencakup edukasi langsung kepada pelaku usaha. ”Kami berikan pembinaan bagaimana cara packaging yang menarik, serta cara memotret produk dengan baik sebelum dipasarkan melalui media sosial. Ini penting agar produk lokal bisa tampil lebih profesional,” jelasnya.
Selain pembinaan lapangan, Disdagrin juga secara berkala menggelar pelatihan dan sosialisasi untuk memperkuat kapasitas pelaku UMKM di berbagai sektor. Pelatihan tersebut meliputi pengelolaan keuangan, manajemen usaha, strategi digital marketing, hingga inovasi produk. ”Dengan pendampingan dan pelatihan yang berkelanjutan, kami berharap UMKM di Jombang bisa berkembang pesat, naik kelas, dan mampu menembus pasar yang lebih luas,” tegasnya.
Permudah UMKM Urus NIB dan Sertifikat Halal
Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kabupaten Jombang terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemudahan berusaha bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Salah satunya menghadirkan layanan jemput bola untuk memfasilitasi pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi produk halal.
Kepala Disdagrin Jombang Suwignyo mengatakan, langkah ini dilakukan agar pelaku usaha di daerah, khususnya di wilayah pedesaan dapat lebih mudah dalam memenuhi aspek legalitas usahanya.
”Kami berupaya mempermudah para pelaku UMKM dalam pengurusan NIB dan produk halal. Semua ini agar mereka bisa mengembangkan usaha dengan legal, aman, dan berdaya saing,” ujarnya.
Kegiatan layanan jemput bola kali ini digelar di Balai Dusun Bedander, Desa Sumbergondang, Kecamatan Kabuh. Disdagrin hadir langsung untuk membantu para pelaku usaha dan Kelompok Usaha Bersama (KUB) dalam proses pembuatan NIB secara gratis dan cepat.
Menurut Suwignyo, kepemilikan NIB sangat penting karena memberikan berbagai manfaat bagi pelaku usaha.
”Dengan NIB, pelaku usaha bisa lebih mudah mengakses permodalan, mengikuti program pembinaan pemerintah, hingga meningkatkan kepercayaan dari konsumen maupun mitra bisnis,” jelasnya.
Ia menambahkan, selain membantu pengurusan NIB, Disdagrin juga mendorong pelaku usaha agar segera mengurus sertifikasi halal bagi produk makanan dan minuman. ”Produk yang bersertifikat halal tentu lebih dipercaya masyarakat, sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas,” terangnya.
Melalui program jemput bola ini, Disdagrin berharap semakin banyak UMKM di Jombang yang memiliki legalitas lengkap serta mampu bersaing di pasar yang lebih kompetitif. ”Kami ingin pelaku usaha di Jombang tidak hanya berkembang, tapi juga beroperasi secara resmi dan profesional,” pungkasnya.(yan/naz)
Editor : Anggi Fridianto