Radarjombang.id– Bupati Warsubi menargetkan angka kemiskinan di Kabupaten Jombang terus turun. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk mencapai target tersebut.
’’Kita menargetkan angka kemiskinan dapat ditekan lebih lanjut menjadi 8,04 persen hingga 8,10 persen pada 2026,’’ katanya, kemarin.
Berdasarkan data tahun 2025, persentase penduduk miskin Kabupaten Jombang berada di angka 8,36 persen. Angka ini turun 0,24 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 8,60 persen.
Capaian ini juga berada di bawah angka kemiskinan Provinsi Jawa Timur sebesar 9,50 persen dan nasional sebesar 8,47 persen.
’’Kita menargetkan penghapusan kemiskinan ekstrem menjadi 0 persen pada akhir 2026,’’ tegasnya. Target tersebut sejalan dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025.
Untuk mewujudkan target tersebut, Pemkab Jombang menetapkan tiga strategi utama. Pertama, penguatan regulasi dan pelaksanaan program dengan regulasi yang memadai.
Kedua, mewujudkan data tunggal kemiskinan (by name, by address, by problem) yang terverifikasi dan tervalidasi sebagai dasar pensasaran program.
’’Ketiga, kita menerapkan pendekatan Pentahelix dengan meningkatkan kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media,’’ tegasnya. (ang/jif)
Editor : Anggi Fridianto