Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Dua Kali Uji Alir Gagal, Irigasi Pariterong di Jombang Masih Nganggur

Anggi Fridianto • Sabtu, 4 Oktober 2025 | 14:55 WIB
BANGUNAN MATI: Kondisi saluran irigasi Pariterong di Desa Jarakkulon, Kecamatan Jogoroto, tampak terbengkalai dan belum berfungsi.
BANGUNAN MATI: Kondisi saluran irigasi Pariterong di Desa Jarakkulon, Kecamatan Jogoroto, tampak terbengkalai dan belum berfungsi.

Radarjombang.id – Proyek jaringan irigasi Pariterong di Jombang jadi sorotan warga.

Meski pengerjaan konstruksi saluran sudah rampung 2024 lalu, hingga kini proyek yang dimulai sekitar tahun 2.000 itu belum juga beroperasi.

Petani mendesak agar jaringan irigasi yang menelan anggaran jumbo tersebut segera difungsikan.

Data yang dihimpun, panjang jaringan irigasi Pariterong di wilayah Jombang membentang mencapai sekitar 17 kilometer panjangnya, dimulai dari Desa jatiganggong, Kecamatan Perak dan berakhir di Desa Sidokerto, Kecamatan Mojowarno.

Hingga kini seluruhnya belum teraliri air. ”Saya heran, proyek Pariterong sudah berjalan puluhan tahun, tapi sampai sekarang masih mangkrak,” terang Yusuf Fahmi, warga Desa Mayangan, Kecamatan Jogoroto, Jumat (3/10).

Kabarnya, lanjut Fahmi, pembangunan konstruksi saluran sudah selesai tahun lalu, tapi sampai sekarang tidak jelas pemanfaatannya.

”Atau jangan-jangan proyeknya bermasalah sehingga tidak bisa mengalirkan air,” bebernya.

Menurutnya, saluran irigasi Pariterong sudah lama ditunggu-tunggu, tak terkecuali petani di wilayahnya yang membutuhkan pasokan air. Selama ini petani di Desa Mayangan hanya bisa menanam padi sekali dalam setahun, selebihnya ditanami jagung dan tanaman palawija lainnya. ”Misal bisa dapat air dari saluran Pariterong, petani bisa tanam padi dua kali, tentu akan petani senang,” bebernya.

Beberapa titik saluran Pariterong yang melintas di wilayah Kecamatan Jogoroto juga telah dilengkapi pintu air, seperti di Desa Mayangan, Jogoroto, dan Desa sawiji. Namun belum ada kejelasan kapan distribusi air mulai dijalankan.

”Pintu air sudah ada, tapi sampai sekarang airnya tidak kunjung ngalir,” bebernya.

Padahal, lanjut Yusuf, berapa hektar lahan pertanian produktif yang terdampak proyek Pariterong.

”Itu sawah-sawah warga juga banyak yang terdampak, tapi salurannya malah tak kunjung difungsikan” bebernya.

Hal senada disampaikan Su’ud. Petani asal Desa Jarakkulon menyebut, wilayahnya juga dilintasi proyek irigasi Pariterong.

”Harapannya cepat difungsikan, sebab petani sudah lama menunggu untuk mengairi sawah,” bebernya.

Hasil penelusuran Jawa Pos Radar Jombang Jumat (3/10), jaringan irigasi Pariterong mulai Kecamatan Perak hingga Kecamatan Mojowarno masih belum beroperasi.

Di sejumlah titiknya bahkan mulai dipenuhi sedimen tanah juga semak belukar.

Seperti diberitakan sebelumnya, proyek irigasi sepanjang 17 kilometer ini membentang dari Desa Jantiganggong, Kecamatan Perak, hingga Desa Sidokerto, Kecamatan Mojowarno.

Irigasi ini dirancang untuk mengairi lebih dari 3.000 hektare sawah teknis di 10 desa pada tiga kecamatan.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Jombang, Sultoni, menyebut proyek ini berada di bawah kewenangan Perum Jasa Tirta (PJT) dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas.

Meski pengerjaan fisik sudah selesai, dua kali uji alir yang dilakukan pada akhir 2024 tak berjalan mulus.

”Sudah dua kali dilakukan ujir alir, tapi belum maksimal. Fungsinya tidak sesuai rencana karena pembangunan tidak dilakukan sekaligus.

Butuh hampir 20 tahun baru selesai,” ungkap Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Jombang, Sultoni, Jumat (14/3).

Sedimentasi di bagian hulu, tepatnya di Kecamatan Perak diduga menjadi salah satu penghambat.

”Bangunan lama penuh sedimen, perlu pengerukan agar uji alir bisa lancar dan kapasitas irigasi sesuai rencana,” imbuhnya.

Saat uji coba, air dari Induk Mrican tak bisa masuk ke saluran Pariterong karena tertahan sedimentasi. ”Sudah diisi 3 meter kubik, tapi di hulu langsung penuh, air tak bisa mengalir,” tandasnya. (fid/naz)

 

 

 

 

 

Editor : Anggi Fridianto
#BBWS Brantas #Jombang #Pemkab Jombang #BBWS #pariterong mangkrak