Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Sejumlah Program MBG di Jombang Dinonaktifkan Sementara, Begini Penjelasannya

Anggi Fridianto • Jumat, 3 Oktober 2025 | 14:47 WIB
SPPG Kepatihan menyalurkan menu MBG untuk siswa
SPPG Kepatihan menyalurkan menu MBG untuk siswa

Radarjombang.id - Distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG Kepatihan ke sejumlah sekolah sementara dihentikan.

Belum diketahui pasti penyebabnya, diduga buntut dari karut-marut distribusi makanan hingga temuan kualitas makanan diduga tidak layak konsumsi yang diterima siswa awal September lalu.

Salah satunya disampaikan Kepala SMPN 1 Jombang Rudy Priyo Utomo. Ia menyebut, SPPG Kepatihan sejak awal Oktober sudah tidak lagi mengirim menu MBG ke sekolahnya.

”Kemarin kepala SPPG Kepatihan menyampaikan ke kami bahwa program MBG off dulu sambil dilakukan perbaikan, mulai 1 Oktober sampai waktu yang belum bisa ditentukan,” ujarnya.

Meski begitu, pihak sekolah belum mendapat penjelasan detail mengenai jenis perbaikan yang dimaksud maupun sampai kapan penghentian MBG ke sekolahnya.

”Sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Alasannya karena perbaikan, tapi kami tidak tahu detail perbaikan apa yang dimaksudkan,” imbuhnya.

Pemberitahuan penghentian pengiriman sementara MBG ke sekolah, selanjutnya ia sosialisasikan kepada para wali murid. ”Tujuannya wali murid biar tahu bahwa MBG sementara dihentikan, sehingga para siswa pun bisa menyiapkan bekal dari rumah seperti kebiasaan sebelumnya,” bebernya.

Dikonfirmasi terpisah, Sekdakab Jombang, Agus Purnomo, menyebut sudah menerima informasi perihal penghentian sementara pengiriman MBG dari SPPG Kepatihan. ”Info yang kami terima dari sekolah memang demikian, tapi kami belum mendapat laporan resmi dari SPPG,” jelasnya.

Sementara itu, vendor SPPG Kepatihan Abadi Lilis Wiyajati belum bisa memberikan keterangan banyak perihal penghentian sementara distribusi MBG ke sejumlah sekolah di wilayahnya. ”Izin, saya masih rapat,” singkat Lilis saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jombang, Kamis (2/10).

Seperti diberitakan sebelumnya, program MBG di sejumlah SMP di Kabupaten Jombang bermasalah. Sejak hari pertama pelaksanaan, siswa mengeluhkan makanan basi, buah busuk, hingga susu formula yang diduga kadaluarsa. Kondisi ini diperparah dengan distribusi makanan ke sekolah molor hingga kekurangan jumlah porsi sehingga banyak siswa tidak mendapat jatah makanan.

 Baca Juga: Yayasan Pendidikan di Jombang Tolak MBG, Takut Keracunan?

Lilis Wijayati, vendor SPPG Kepatihan, Kecamatan Jombang menegaskan, pihaknya telah menerima seluruh keluhan yang disampaikan baik SMPN 2 Jombang maupun Dewan Pendidikan Jombang. ”Insya Allah kalau ada kekurangan-kekurangan sedikit akan jadi pembelajaran bagi kami,” jelasnya.

Evaluasi dari tiga hari pertama pelaksanaan, masih fokus pada perbaikan jadwal distribusi MBG ke sekolah-sekolah.

”Untuk keterlambatan maklum kita masih awal, kami berjanji ke depan lebih tepat waktu,” jelasnya. Soal keluhan susu formula yang diduga kadaluarsa, Lilis membantah. Ia mengklaim jika susu yang diberikan aman, dan tanggal kadaluarsa baru tahun 2026.

”Silahkan kalau mau sidak ke dapur, kami saat ini sedang packing, tidak ada susu kadaluarsa,” tegasnya.

Sementara keluhan nasi mentah, nasi basi, hingga lauk yang belum masak, ia menjelaskan, jika proses masak sudah sesuai dengan SOP.

”Barang datang jam 4 sore, kami cuci, jam 6 kami rebus, setelah direbus jam 9 kita goreng, kemudian jam 3 pagi kita masak sesuai kebutuhan menu setiap hari,” jelasnya. SPPG Kepatihan setiap harinya memasak 2.200 porsi untuk empat sekolah, yaitu SMPN 1 Jombang, SMPN 2 Jombang, TK Amanah, dan TK Aba. Sedangkan komponen menu harus mengandung protein hewani, protein nabati, sayur, buah. ”Susu seminggu sekali,” pungkasnya (ang/wen/naz)

 

 

 

 

Editor : Anggi Fridianto
#berhenti #program mbg #Jombang #Pemkab Jombang #Dinas P dan K Jombang #stop #SPPG