Radarjombang.id – Maraknya kasus keracunan siswa setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah memantik respons Bupati Jombang Warsubi.
Kamis (2/10) kemarin, bupati turun langsung mengecek pelaksanaan program MBG di sekolah, memastikan makanan yang diberikan kepada siswa aman.
Salah satu sekolah yang dituju, yakni SMPN 1 Sumobito. Dalam sidak tersebut, bupati didampingi Wakil Ketua DPRD Jombang Octadella Bilytha Permatasari dan Sekdakab Jombang Agus Purnomo.
Setibanya di lokasi, Warsubi langsung memantau kondisi makanan, mengecek tanggal kadaluwarsa susu kemasan, serta memastikan distribusi makanan tepat waktu.
”Alhamdulillah makanannya datang tepat waktu pukul 11.00, sehingga pukul 12.00 anak-anak sudah bisa makan siang.
Tadi menunya juga sesuai standar MBG, nasi putih, telur asin, tempe, buah semangka, dan susu kemasan yang masa kedaluwarsanya masih lama, sampai 28 Desember 2026,” ujar Warsubi.
Selama empat bulan berjalan, program MBG di SMPN 1 Sumobito tidak menemui kendala berarti.
Meski berjalan lancar, ia tetap mengingatkan pihak sekolah agar teliti dalam menerima makanan dan minuman sebelum dibagikan kepada siswa.
”Kalau ada makanan basi atau susu kadaluwarsa, jangan diterima. Langsung kembalikan ke penyedia,” tegasnya.
Warsubi mengapresiasi kebiasaan siswa membawa sendok sendiri dari rumah. Menurutnya, itu baik sekali untuk menjaga kebersihan dan higienitas makanan.
Bupati menambahkan, saat ini, baru ada 16 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di Kabupaten Jombang.
Jumlah itu masih jauh dari target pemerintah sebanyak 174 titik. ”Kami berharap penugasan dari pusat bisa dipercepat, agar semua anak di Jombang bisa menikmati MBG,” harapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Jombang, Octadella Bilytha Permatasari meminta sekolah meningkatkan kewaspadaan terhadap menu harian program MBG sebelum dibagikan ke para siswa. Tujuannya, mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan seperti keracunan.
”Sekolah harus rutin mengecek menu dari penyedia. Kalau ada makanan basi atau susu kedaluwarsa, segera dikembalikan. Bila ada kasus kesehatan, sekolah harus cepat berkoordinasi dengan layanan kesehatan,” ujar dia saat mendampingi Bupati Warsubi, kemarin (2/10).
Dari hasil pemantauan pelaksanaan MBG di SMPN 1 Sumobito, Della menilai program tidak ada kendala yang berarti.
”Program ini bukan sekadar makan gratis, tetapi juga menumbuhkan kebersamaan. Anak-anak bisa menikmati makan siang bersama sebelum istirahat dan sholat. Bahkan ada siswa yang tadi pagi belum sempat sarapan, makannya jadi lahap sekali,” ungkap Octadella.
Ia menegaskan, DPRD siap mendukung dan mengawal implementasi MBG di lapangan. Sebagai wakil rakyat, ia akan bersinergi dengan pemkab untuk menyukseskan program.
”Selain itu, kita berharap setiap ada pembangunan SPPG baru yang akan beroperasi, harapannya berkoordinasi dengan pemerintah daerah sehingga bisa mengawal bagaimana pencegahan supaya tidak ada kejadian luar biasa di sekolah,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Sumobito Heru Cahyono menambahkan, dari empat SPPG yang sudah berdiri di wilayahnya, tiga di antaranya sudah beroperasi, sementara satu SPPG masih tahap persiapan. ”Tiga SPPG ini melayani 9.300 porsi setiap harinya,” jelasnya. (ang/naz)
Editor : Anggi Fridianto