Radarjombang.id – Program BUMDesma di Desa Denanyar, Kecamatan Jombang yang diinisiasi Kemendes PDTT hingga kini mangkrak. Usaha peternakan sapi dan ayam petelur sudah tidak berjalan. Hingga kini, kelanjutan BUMDesma juga tak jelas.
”Ini kemarin kelihatannya diperiksa Inspektorat itu untuk BUMDesma,” terang Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jombang Sholahudin Hadi Sucipto.
Sholahudin tak menjelaskan secara rinci terkait pemeriksaan tersebut. Namun, menurutnya sebuah usaha yang dilakukan dengan dana pemerintah, harusnya dilakukan dengan benar dan serius. ”Usaha itu kan butuh fighter (sungguh-sungguh, Red) dan lain sebagainya,” lontarnya.
DPMD hingga kini masih akan terus melakukan pendampingan dalam proses itu. ”Tapi di sisi administrasi tenaga ahli dan teman-teman berupaya mendampingi itu,” lontarnya.
Terkait kelanjutan program BUMDesma, hingga kini pihaknya belum bisa menjawab. Pihaknya menunggu hasil pemeriksaan Inspektorat Kabupaten Jombang. ”Jadi nanti menunggu hasil pemeriksaan itu dulu,” pungkasnya.
Baca Juga: Program BUMDesma di Jombang Mangkrak, Aktivis Desak APH Turun Tangan
Seperti diberitakan sebelumnya, program BUMDesma (Badan usaha milik desa bersama) di Desa Denanyar, Kecamatan Jombang yang diinisiasi Kemendes PDTT mangkrak. Padahal program ini menelan anggaran negara mencapai Rp 1 miliar.
Anggaran tersebut bersumber dari kementerian desa sebesar Rp 500 juta dan penyertaan modal dari sejumlah pemdes anggota BUMDesma.
Baik bantuan sapi maupun ayam petelur sudah raib. Yang tersisa bangunan kandang dan intalasi biogas yang nganggur.
Pantauan di lokasi, tampak bangunan kandang yang sebelumnya merawat sekitar 10 ekor sapi dan ratusan ekor ayam petelur bantuan dari Kemendes PDTT kini sudah kosong.
Telihat bangunan kandang tidak terawat.
Di lokasi juga terpasang baner bertuliskan Penyerapan Aspirasi Masyarakat Reses 1 tahun 2022 anggota DPRD Jatim masa jabatan 2019-2024. (riz/naz)
Editor : Anggi Fridianto