Radarjombang.id – Kondisi trotoar Jl KH Wahid Hasyim Jombang memperihatinkan.
Belasan patung stickman atau manusia lidi banyak yang rusak.
Dari total 28 patung yang dibangun sejak 2021, sedikitnya ada 11 terpantau rusak. Bahkan, empat patung sudah hilang atau tidak lagi terpasang di lokasi.
Pantauan di lapangan, manusia lidi hanya terpasang di segmen empat atau depan Taman Kebonrojo. Patung-patung dari besi yang semula menjadi elemen estetika kawasan kini tampak tak utuh. Beberapa kehilangan kepala, tangan, atau bahkan hanya tersisa bagian kaki.
Sebagian besar juga terlihat mulai berkarat. ’’Setahu saya, ada empat yang bagian kepalanya rusak. Banyak juga yang berkarat. Sayang sekali, padahal ini di pusat kota,’’ ujar Suhari, salah seorang warga yang kerap melintas di lokasi.
Kawasan Jl KH Wahid Hasyim merupakan etalase kota yang banyak dilihat masyarakat. Sehingga seharusnya mendapat perawatan lebih baik.
’’Belum enam tahun sudah rusak-rusak. Padahal ini wajah kota,’’ ucap Suhari.
Menanggapi hal itu Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Jombang, Syaiful Anwar, melalui Kepala Bidang Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum, Sri Rahayu, membenarkan adanya kerusakan, khususnya pada patung stickman.
’’Stickman itu memang menjadi kewenangan kami. Saat ini sedang kami proses penggantiannya, karena bentuknya custom, jadi tidak ready stock,’’ kata Rahayu.
Bentuk stickman yang dipesan akan sama dengan yang terpasang. Menyesuaikan dengan konsep desain kawasan. ’’Di segmen itu temanya modern. Setiap segmen trotoar Jalan KH Wahid Hasyim punya konsep berbeda-beda. Ada yang modern, klasik, maupun tradisional,’’ imbuhnya.
Nantinya, seluruh stickman yang rusak akan diganti. ’’Kami usahakan seluruhnya diganti. Karena keberadaan stickman ini juga sebagai pembatas agar kendaraan bermotor tidak naik ke trotoar,’’ ungkapnya.
Terkait waktunya, dia belum bisa memastikan. ’’Akan segera ditindaklanjuti setelah barang tersedia. Sekarang masih pesan barangnya,’’ kata Rahayu. (fid/jif)
Editor : Anggi Fridianto