Radarjombang.id – Pascainspeksi mendadak (sidak) pekan lalu, Komisi C DPRD Jombang menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Jombang, Senin (22/9).
RDP ini membahas progres revitalisasi trotoar di Jalan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sekaligus persoalan banjir yang kerap terjadi di kawasan tersebut.
Ketua Komisi C DPRD Jombang M. Zahrul Jihad mengapresiasi capaian progres pekerjaan yang dinilai melampaui target.
"Untuk proyek drainase, progresnya sudah 62 persen, padahal targetnya baru 35 persen. Itu deviasi positif yang patut diapresiasi,” ujar Zahrul.
Namun, pihaknya juga menyoroti persoalan klasik banjir. Ia menegaskan perlu ada solusi komprehensif, tidak hanya mengandalkan pembangunan trotoar.
"Setelah pembangunan ini, apakah benar bisa mengatasi banjir? Informasi dari dinas, tetap butuh normalisasi gorong-gorong. Karena itu, kami akan koordinasi lebih lanjut dengan pimpinan dewan agar penanganannya matang,” imbuhnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perkim Jombang Syaiful Anwar menjelaskan bahwa pekerjaan trotoar kini sudah memasuki tahap pembangunan pedestrian. “Mayoritas pekerjaan menggunakan precast, sehingga progres cepat melonjak. Sekarang sudah masuk tahap pedestrian,” terang Syaiful yang juga menjabat Asisten Administrasi Umum Setdakab Jombang.
Terkait keluhan warga soal genangan air saat musim penghujan, Syaiful memastikan pembangunan trotoar bisa mempercepat surutnya air saat hujan.
Meski demikian, pihaknya menekankan bahwa solusi permanen membutuhkan saluran tambahan. "Untuk hilangkan genangan 100 persen, perlu saluran baru dengan penampang lebih besar. PUPR sudah memberi saran jalur air baru dari stadion dialirkan ke utara, kemudian ke barat hingga Dam Pancasila,” jelasnya.
Dinas Perkim juga menggandeng Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang untuk penanganan lanjutan. Salah satunya melalui normalisasi saluran di sekitar Kampung Baru.
"Dari hasil ukur lapangan, saluran masih bisa digali lebih dalam sehingga luas penampang mencapai 1,5 meter persegi. Itu sudah cukup, karena kebutuhan hanya 1,3 meter persegi. Jadi bisa mencegah banjir,” papar Syaiful.
Ia menambahkan, pengerukan saluran akan dilakukan setelah proyek trotoar rampung. "Kolaborasi ini melibatkan PUPR dengan alat berat, DLH menyediakan truk angkut, dan tenaga kerja dari Perkim. Semua OPD turun tangan agar masalah genangan bisa teratasi,” tegasnya.(yan/naz)
Editor : Anggi Fridianto