Radarjombang.id - Jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jombang terus bertambah.
Sepanjang Januari hingga Agustus, sebanyak 410 warga Jombang tercatat telah diberangkatkan sebagai PMI ke berbagai negara. Dari jumlah tersebut, 310 di antaranya perempuan dan 100 laki-laki.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jombang Isawan Nanang Risdianto menjelaskan, penempatan PMI asal Jombang tersebar di sejumlah kawasan, dengan dominasi Asia dan Afrika.
”Jadi sampai Agustus itu ada 410 orang, masing-masing sebanyak 372 orang bekerja di wilayah Asia dan Afrika, dan 24 orang di Eropa dan Timur Tengah, serta 14 lainnya di kawasan Amerika dan Pasifik,” kata Isawan.
Pemkab terus mendorong perluasan pasar kerja, baik di dalam maupun luar negeri.
Pihaknya juga ingin memastikan warga Jombang memiliki kesempatan kerja yang lebih luas, termasuk di sektor internasional.
”Pada intinya, kami ingin memperluas pasar kerja. Masyarakat Jombang bisa bekerja baik di tingkat nasional maupun internasional,” imbuh dia.
Untuk mendukung langkah ini, Pemkab Jombang tahun ini mulai menjalin kerja sama dengan beberapa Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang memiliki job order dari luar negeri. Tujuannya, agar para calon PMI memiliki kompetensi dan keterampilan sesuai standar yang dibutuhkan negara tujuan.
”Tahun ini kami menggandeng tiga LPK. Mereka akan melatih anak-anak Jombang agar punya standar kompetensi, mulai kemampuan bahasa, serta keterampilan teknis yang sesuai dengan kebutuhan luar negeri,” ujar Isawan.
Beberapa program pelatihan yang telah berjalan antara lain pelatihan housekeeper untuk kapal pesiar dan hotel luar negeri, housekeeper khusus di Hong Kong, serta pelatihan pekerja bidang kesehatan dan layanan di Jepang.
”Kami berharap warga Jombang tidak hanya bekerja di Jombang, tapi juga bisa bersaing dan berkontribusi di luar negeri,” tutur dia.
Berdasarkan data Disnaker Jombang, jumlah PMI resmi asal Jombang dalam tiga tahun terakhir mengalami fluktuasi.
Pada 2022 sebanyak 365 orang, rinciannya 339 di Asia-Afrika, 20 di Eropa-Timur Tengah, 6 di Amerika-Pasifik. Sementara 2023 sebanyak 601 orang, masing-masing 575 di Asia-Afrika, 19 di Eropa-Timur Tengah, 7 di Amerika-Pasifik.
Sedangkan 2024 sebanyak 596 orang, masing-masing 550 di Asia-Afrika, 39 di Eropa-Timur Tengah, 7 di Amerika-Pasifik. (fid/naz)
Editor : Anggi Fridianto