Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Molor Lagi! Puskesmas Keboan Jombang Baru Selesai Separuh, Dinkes Beri Tenggat Tambahan

Anggi Fridianto • Jumat, 5 September 2025 | 14:35 WIB
MOLOR LAGI: Proyek Puskesmas Keboan di Desa Keboan Kecamatan Ngusikan yang belum selesai.   
MOLOR LAGI: Proyek Puskesmas Keboan di Desa Keboan Kecamatan Ngusikan yang belum selesai.  

Radarjombang.id –  Proyek Puskesmas Keboan di Kecamatan Ngusikan kembali mengalami keterlambatan. Meski sudah diberikan tambahan waktu hingga 3 September, pelaksana proyek gagal merampungkan pekerjaan sesuai deadline.

Pantauan di lapangan, sejumlah pekerja tampak sibuk menyelesaikan pekerjaan di gedung. Material paving menumpuk di beberapa titik, terutama di pinggir jalan. Sementara area halaman puskesmas telah dikeruk, namun belum terpasang paving blok.

”Belum selesai. Mereka minta perpanjangan waktu lagi sampai satu minggu, jadi sampai Rabu depan, tanggal 10 September. Tapi denda tetap berjalan,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang dr Hexawan Tjahja Widada, Kamis (4/9).

Menurut Hexawan, aturan dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) memang mengizinkan perpanjangan waktu maksimal hingga 50 hari. Sehingga tambahan waktu yang diajukan masih dalam batas yang diperbolehkan. ”Ini baru tambahan waktu yang kedua, hanya satu minggu saja,” imbuh dia.

Proyek Puskesmas Keboan menelan anggaran sebesar Rp 4,1 miliar, dengan pelaksana proyek CV Renno Abadi dan pengawas CV Persada Consultant. Berdasarkan kontrak, pekerjaan dimulai sejak 6 Februari  dan seharusnya rampung dalam 180 hari kalender atau hingga 5 Agustus lalu. Namun karena molor, pelaksana diberikan tambahan waktu pertama hingga 3 September, dan kini kembali diperpanjang satu minggu.

Hexawan memastikan, meski pengerjaan belum rampung, pelayanan kesehatan bagi masyarakat tetap berjalan. ”Untuk sementara masih melayani dari rumah bu bidan di Desa Keboan. Baru akan pindah ke gedung baru kalau semua pekerjaan benar-benar selesai. Daripada belum selesai dipaksakan pindah ke sana,” kata Hexawan.

Meski tidak menyebutkan detail persentase progres proyek, Hexawan menyebut pekerjaan utama gedung telah rampung. ”Informasi dari pengawas ke PPK, tinggal sedikit. Gedung sudah semua, tinggal pemavingan saja. Itu pun katanya masih nunggu buldoser,” ujar dia. Proyek yang sudah melewati dua tenggat waktu ini juga sudah dikenai denda. Dinas Kesehatan memastikan denda keterlambatan diberlakukan sesuai ketentuan, yakni sebesar Rp 3,7 juta per hari.

Seperti diberitakan sebelumnya, pembangunan Puskesmas Keboan, Ngusikan, kembali disorot. Proyek yang menelan anggaran Rp 4,1 miliar itu sempat mengalami keterlambatan hingga 10 persen. Salah satu penyebabnya, pelaksana proyek diduga sempat mengalihkan pekerjaan ke pihak ketiga.

”Keterlambatannya sejak awal sudah terbengkalai dua mingguan. Kontrak sudah jalan, tapi uangnya dibawa lari orang Pasuruan itu, Pak,” ungkap Fandi, penanggung jawab dari CV Renno Abadi, Selasa (9/7).

 Baca Juga: Terungkap, Segini Denda Perhari yang Harus Dibayar 2 Kontraktor Proyek Puskesmas Molor di Jombang

Fandi menyebut, proyek sempat disubkontrakkan ke salah satu CV di Kabupaten Pasuruan. Namun, pekerjaan tak berjalan. ”Bendera bos saya dari Malang (CV Renno Abadi), disubkan ke Pasuruan nggak jalan, akhirnya diambil alih lagi,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Jombang dr Hexawan Tjahja Widada membantah keras dugaan subkontrak. ”Pelaksana tetap CV Renno Abadi sesuai PBJ. Tidak ada subkontrak,” tegasnya, Rabu (9/7). Hexawan menyebut keterlambatan bukan karena pengalihan pekerjaan, melainkan faktor hari libur. ”Banyak tanggal merah, libur Lebaran, dan pekerjaan kurang terinci,” ujarnya. (fid/naz)

Editor : Anggi Fridianto
#Keboan #puskesmas #Proyek #molor #Jombang #Dinkes Jombang