Radarjombang.id – Proses lelang pengadaan barang dan jasa untuk tahun anggaran 2025 di lingkungan Pemkab Jombang terus berjalan.
Hingga akhir Agustus, tercatat sebanyak 32 paket proyek sudah melalui proses tender.
’’Dari total 32 paket yang dilelang hingga Agustus, tiga paket sempat mengalami gagal tender,’’ kata Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setdakab Jombang, Joko Murcoyo, (29/8).
Namun, ketiganya telah dilanjutkan melalui proses tender ulang.
Yakni Kajian teknis sertifikat layak fungsi (SLF) Gedung Sekretariat Daerah. Rehab Mal Pelayanan Publik (MPP) Jombang. Serta pembangunan jembatan Gedung Kesenian Jombang.
’’Tiga paket yang gagal tender, itu sudah kami tindak lanjuti dengan tender ulang. Jadi tidak berhenti,’’ terangnya.
Tender terbaru yang naik ke sistem merupakan proyek pembangunan jembatan Gedung Kesenian Jombang yang sempat gagal tender.
Paket tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni 2025.
Pada Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) 2025 terdapat paket yang tender dini.
’’Informasi dari PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) akan ada tender dini di P-APBD 2025, tetapi kami belum menerima daftar pastinya. Jumlah dan rincian paketnya belum disampaikan,’’ ungkapnya.
Terkait tender dini, mekanisme ini dilakukan untuk mempersiapkan pelaksanaan kegiatan tahun anggaran berikutnya. Proses tender dini untuk paket tahun 2026 yang diproyeksikan mulai dilakukan Desember nanti, dengan penandatanganan kontrak di awal 2026. Sama seperti tiga paket sebelumnya yang naik tender Desember 2024 lalu dan tandatangan kontrak pada Januari 2025.
’’Tender dini ini untuk mempercepat realisasi kegiatan tahun depan. Tahun lalu pun seperti itu, tender dilakukan Desember, dan kontrak ditandatangani di awal tahun anggaran,’’ terangnya.
Rincian tiga paket itu, proyek Puskesmas Keboan, Puskesmas Jelakombo dan rekonstruksi jalan ruas Kauman-Gedongombo Ploso.
(fid/jif)
Editor : Anggi Fridianto