Radarjombang.id - Sejumlah pelatih mendatangi kantor Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar), Kamis (14/8) pagi.
Itu dilakukan untuk menanyakan nasib bonus prestasi pekan olahraga provinsi (Porprov) Jatim di Malang Raya 28 Juni – 5 Juli yang dikabarkan bakal cair tahun depan.
’’Kami datang ke sini untuk memperjelas bagaimana nanti bonusnya, kami tetap berharap bonus cair tahun ini,’’ kata Gaguk Mariono, salah satu pelatih selam.
Ada pelatih dari lima cabang olahraga (cabor) yang hadir.
Selain selam, juga bulutangkis, tinju, panahan dan kickboxing. Mereka mengeluhkan porprov tahun ini. Sebab, jumlah pelatih yang mendampingi porprov sangat dibatasi dan minim fasilitas.
Mereka rela berangkat dengan biaya mandiri. Namun setelah atletnya berhasil meraih medali dan mencapai target, bonus malah dipersulit.
’’Oleh KONI Jombang kami diminta untuk mengklarifikasi ke Disporapar, sehingga kami datang ke sini,’’ jelasnya.
Sekretaris Disporapar Kabupaten Jombang, Yulita Purwaningsih belum memastikan secara tegas bagaimana nasib bonus atlet dan pelatih. Namun ia mengaku jika anggaran bonus sudah diajukan tahun 2024.
”Kami berusaha maksimal untuk bisa memberikan yang terbaik,” kata Yulita.
Anggaran diusulkan dalam P-APBD adalah Rp 1,5-2 Miliar.
Ia belum berani memastikan berapa yang disetujui. Hingga kini ia belum menerima nomor Perda P-APBD. Setelah perda selesai, maka beralih ke proses angkas (Anggaran kas).
Pihaknya mengaku sudah menyusun skema-skema, jika anggaran bonus di P-APBD tidak tercover semuanya, maka bakal diselesaikan melalui APBD 2026.
Sembari menunggu, kini ia juga sedang mengumpulkan berkas administrasi, termasuk data by name, by address, rekening pribadi, teramasuk SK Bupati.
”yang masih kami tunggu SK dari KONI provinsi, kami kemarin sudah menerima data tapi yang dari provinsi kok belum ada. Kami masih koordinasi dengan KONI kabupaten, jadi sambil jalan sambil melengkapi administrasi,” jelasnya.
Soal nilai yang bakal diberikan kepada pelatih apakah 50 persen dari nilai yang diterima atlet, ia juga belum bisa memastikan.
”Mudah-mudahan pemerintah bisa memberikan apresiasi yang maksimal biar semangat semuanya,” jelasnya.
Soal kapan waktu akan diberikan, ditegaskan jika tidak diberikan pada momen upacara 17 Agustus.
Sebab nomor perda belum diterima, namun ia berharap segala urusan selesai secepatnya, paling cepat pada momen Hari Olahraga Nasional bulan September, dan paling lambat pada momen hari jadi Pemkab Jombang bulan Oktober. ”Mudah-mudahan saja, lebih cepat lebih baik,” pungkasnya. (wen/jif)
Editor : Anggi Fridianto