Radarjombang.id - Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Jombang mengalami penurunan signifikan dalam tiga tahun terakhir.
Berdasarkan data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jombang yang dirilis Februari 2025, angka pengangguran pada 2024 tercatat sebanyak 28.738 jiwa atau 3,75 persen turun dari 4,66 persen pada 2023 dan 5,7 persen pada 2022.
Dari total 766.832 jiwa angkatan kerja di Jombang pada 2024, sebanyak 738.094 jiwa sudah bekerja. Rinciannya terdiri dari 436.908 laki-laki dan 301.186 perempuan.
Sementara itu, jumlah pengangguran tercatat sebanyak 28.738 jiwa, dengan rincian 20.478 laki-laki dan 8.260 perempuan.
Dari sisi latar belakang, masing-masing sebanyak 6.071 jiwa merupakan lulusan SD, 4.155 jiwa lulusan SMP, dan 16.850 jiwa lulusan setingkat SLTA serta 1.662 jiwa merupakan lulusan perguruan tinggi.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Jombang Isawan Nanang Risdiyanto menerangkan, penurunan angka pengangguran ini tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan hasil dari berbagai program dan intervensi yang dilakukan pemerintah daerah.
”Kami rutin menggelar job fair, memberikan pelatihan keterampilan, serta mendampingi calon pekerja, termasuk Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI),” kata Isawan dikonfirmasi, Rabu (13/8).
Pihaknya juga memfasilitasi pelatihan bagi CPMI sebelum diberangkatkan ke luar negeri. Program ini mulai berjalan pada tahun ini.
dengan dukungan anggaran dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), disnaker gencar menggelar kegiatan pelatihan kerja. Pihaknya juga bekerja sama dengan lembaga pelatihan kerja (LPK).
Para peserta mendapatkan sertifikat kompetensi yang menjadi syarat wajib bagi pekerja formal luar negeri.
”Jenis pelatihannya banyak, mulai dari sektor perkapalan, perhotelan, hingga pelatihan Bahasa Jepang untuk kebutuhan tenaga kerja di Jepang,” imbuh dia.
Ada pula pelatihan berbasis kompetensi untuk memperkuat keahlian pencari kerja di berbagai bidang.
Pihaknya juga aktif menyebarkan informasi lowongan kerja dari perusahaan melalui media sosial dan kegiatan rutin Minggu Wage Bersama Disnaker.
”Salah satu wadah penyampaian informasi ketenagakerjaan secara langsung kepada masyarakat,” bebernya.
Investasi yang masuk ke Jombang juga disebut Isawan turut memberi andil dalam menyerap tenaga kerja lokal.
Disnaker ikut berperan dengan menyediakan informasi pelatihan, pemagangan, hingga bimbingan konseling bagi para pencari kerja.
”Kami juga fasilitasi program Tenaga Kerja Mandiri (TKM) dari pemerintah pusat. Ini terbuka untuk pemula, termasuk penyandang disabilitas,” tutur Isawan.
Disinggung terkait data pengangguran 2025, Isawan menyebut masih dalam tahap pendataan BPS.
”Biasanya BPS melakukan pendataan pada Agustus. Jadi, saat ini prosesnya masih berlangsung,” kata Isawan. (fid/naz)
Editor : Anggi Fridianto