Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Warga Jombang Resah Rumahnya Horeg, Gegara Truk Besar Lintasi Jalan Kabupaten Tiap Hari

Ainul Hafidz • Senin, 11 Agustus 2025 | 12:53 WIB
RAMAI: Kendaraan besar berlalu-lalang di jalan kabupaten ruas Kasemen-Gudo Desa Wangkalkepuh, Kecamatan Gudo.
RAMAI: Kendaraan besar berlalu-lalang di jalan kabupaten ruas Kasemen-Gudo Desa Wangkalkepuh, Kecamatan Gudo.

Radarjombang.id - Banyaknya truk besar dan berat melintas di jalan kabupaten di Kecamatan Gudo juga dikeluhkan warga.

Selain mengancam keselamatan pengguna jalan, truk-truk yang lewat menganggu kenyamanan warga sekitar.

Rumah-rumah mereka serasa bergetar setiap truk besar lewat.

Di antaranya di ruas Kasemen-Gudo Desa Wangkalkepuh, Kecamatan Gudo. Deretan rumah warga di pinggir jalan kabupaten tersebut lebih banyak ditutup.

”Benar sekarang jalannya ramai, cuma yang lewat kok truk-truk besar sekarang,” kata Nanang salah seorang warga.

Tak hanya itu, menurut dia, ketika truk-truk besar melintas dengan membawa muatan, bangunan rumahnya serasa bergetar.

”Rumah ini seperti horeg, dulu tidak pernah sampai seperti ini,” ujar Nanang.

Hal yang sama juga dikeluhkan warga Desa Tanggungan, Kecamatan Gudo.

”Setiap truk lewat, rumah ini terasa bergetar. Ini bukan sekali dua kali saja, tapi hampir setiap hari,” kata M Yusuf warga lainnya.

Kondisi ini mulai terasa sejak sekitar empat tahun terakhir. Sebelumnya, hampir jarang truk-truk besar melintas di jalur itu.

Namun, semuanya berubah sejak patok besi di Jembatan Kasemen dibongkar. 

”Semenjak palang dari besi di Jembatan Kasemen itu dibongkar, banyak truk-truk besar setiap harinya lewat sini,” tuturnya. 

Truk-truk besar sejak saat itu, menurut dia, mulai menjadikan jalan kabupaten itu sebagai jalur alternatif. Terutama menuju kawasan pabrik dan pergudangan di kabupaten tetangga.

”Truk yang lewat sini itu rata-rata arahnya ke Kunjang (Kabupaten Kediri), karena di sana sekarang banyak pabrik dan gudang-gudang.

Dulu mobil tangki untuk SPBU saja jarang lewat sini, sekarang semua truk besar lewat sini,” tutur dia.

Selain mempercepat kerusakan jalan, dia khawatir getaran yang ditimbulkan kendaraan besar yang lewat juga memicu kerusakan bangunan rumah.

Sebab, sebagian besar rumah warga di sepanjang jalur tersebut dibangun tanpa struktur fondasi cakar ayam.

Sehingga lebih rentan terhadap getaran. ”Khawatirnya rumah bisa retak-retak atau rusak. Apalagi bangunan di sini rata-rata bangunan lama. Kalau terus-terusan dilewati truk segede itu, apa tidak tambah parah rusaknya,” ujar dia.

Diakui, pejabat Pemkab Jombang sudah pernah survei ke lokasi pada Maret 2022 lalu. Namun, hingga kini belum ada solusi konkret terkait lalu lintas truk besar yang melintasi kawasan permukiman tersebut.

”Efeknya tidak hanya ke pengendara, dan kondisi jalan. Dulu pejabat ke sini mungkin karena jalannya rusak, tetapi setelah jalannya diperbaiki sekarang malah banyak truk lewat,” tutur dia.

Karena itu, diharapkan pemerintah juga mencari jalan keluar. ”Harapannya ada solusi dari pemerintah, dilewatkan jalan yang sesuai atau jalur yang lain,” kata dia. (fid/naz)

Editor : Anggi Fridianto
#Resah #Warga Jombang #Tonase #Horeg #rumah #Jombang #Gegara #besar #Bergetar #truk #dilintasi