Radarjombang.id - Komisi D DPRD Kabupaten Jombang menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama dinas kepemudaan, olahraga dan pariwisata (Disporapar).
Pertemuan membahas berbagai isu strategis terkait peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata, kepemudaan, dan olahraga.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Jombang Erna Kuswati mengatakan, PAD dari sektor pariwisata saat ini baru mencapai sekitar Rp 900 juta.
Angka tersebut dinilai masih bisa ditingkatkan dengan berbagai inovasi yang tidak harus membutuhkan biaya besar.
”Disporapar harus lebih kreatif, bisa menggelar event-event yang murah tapi berdampak, seperti Fun Run yang sukses dilaksanakan di Yogyakarta.
Ini bisa menarik minat wisatawan tanpa harus menguras anggaran,” ungkap Erna, Kamis (07/08).
Ia juga menyoroti pentingnya peran Disporapar Jombang dalam mendukung dan mempromosikan desa wisata.
”Sinergi antara desa dan pemerintah daerah dinilai penting untuk mengembangkan potensi lokal,” imbuhnya.
Tak hanya sektor pariwisata, bidang kepemudaan juga menjadi perhatian Komisi D.
Erna berharap disporapar bisa mendorong para pemuda agar tidak hanya bergantung pada lapangan kerja formal di perusahaan, melainkan mulai tertarik menekuni wirausaha atau pertanian.
”Kalau pemuda kita bisa berpikir kreatif dan mandiri, tentu ini akan membuka lapangan kerja baru dan menekan angka pengangguran,” ujarnya.
Di bidang olahraga, Komisi D mendorong adanya penambahan anggaran agar pembinaan atlet Jombang semakin maksimal.
Baca Juga: Buntut 2 Puskesmas Tak Selesai Tepat Waktu, DPRD Panggil Dinkes Jombang
”Terutama bagi atlet yang sudah berprestasi dan membawa nama baik daerah,” tuturnya.
Kepala Disporapar Jombang Bambang Nurwijayanto menyampaikan pihaknya terus berupaya meningkatkan PAD, terutama dari sektor wisata.
Salah satunya melalui pengelolaan parkir wisata religi Makam Gus Dur yang dikelola pemkab. ”Event-event tahunan seperti Kenduren juga akan terus dijalankan di tahun 2026, sebagai bagian dari upaya menarik wisatawan dan meningkatkan PAD,” jelas Bambang.
Ia menambahkan, disporapar tengah fokus menyusun rencana kerja bidang kepemudaan dan olahraga untuk anggaran tahun 2026. ”Agar program yang disusun bisa lebih tepat sasaran dan berdampak bagi masyarakat Jombang,” pungkasnya.(yan/naz).
Editor : Anggi Fridianto