Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Truk Kontainer Sering Terobos Jalan Kabupaten Bikin Jalan Cepat Rusak di Jombang

Azmy endiyana Zuhri • Rabu, 6 Agustus 2025 | 13:24 WIB
Tampak beberapa kendaraan bertonase besar melintas di ruas jalan Cukir-Mojowarno.
Tampak beberapa kendaraan bertonase besar melintas di ruas jalan Cukir-Mojowarno.

Radarjombang.id - Pemerintah Kabupaten Jombang tengah gencar melakukan perbaikan infrastruktur jalan di berbagai wilayah.

Namun, banyak ruas jalan yang cepat rusak lantaran kerap dilalui kendaraan bertonase besar tanpa tindakan tegas dari pihak berwenang. Salah satunya di ruas Cukir-Mojowarno.

‎Pantauan di lokasi pada Senin (4/8) siang, tampak beberapa kendaraan bertonase besar melintas di ruas jalan Cukir-Mojowarno.

Selain berdampak pada kerusakan jalan, munculnya kendaraan besar tersebut juga memicu mengganggu pengguna jalan lain kesulitan untuk mendahului.

”Jalan ini masih sering sekali dilewati kendaraan-kendaraan besar, padahal seharusnya dilarang. Tapi setiap hari masih banyak yang nekat menerobos,” ungkap Udin, salah satu warga di lokasi.

Ia menyayangkan kondisi tersebut. Ia menilai perbaikan jalan yang dilakukan pemerintah daerah akan sia-sia jika tidak dibarengi dengan pengawasan terhadap kendaraan yang melintas.

Menurutnya, hampir setiap hari ia melihat kontainer melaju di ruas jalan tersebut, padahal secara kasat mata kondisi jalannya tidak diperuntukkan bagi kendaraan sebesar itu.

”Bupati sudah bagus, sekarang ini gencar memperbaiki jalan-jalan yang rusak. Tapi anehnya, kendaraan besar seperti kontainer masih dibiarkan lewat.

Ini kan ironis. Jalan baru, tapi dilewati kendaraan berat otomatis rusak lagi,” keluh Udin.

‎Ia juga menambahkan, masyarakat setempat sudah lama mengamati aktivitas kendaraan berat yang lalu lalang melintas di jalan tersebut tanpa ada pengawasan berarti dari petugas.

”Bukan hanya sekali dua kali, hampir setiap hari. Kadang malam, kadang siang. Kalau seperti ini terus, jalan tidak akan bertahan lama meski diperbaiki berkali-kali,” tegasnya.

‎Menurut Udin, hal ini tidak hanya merugikan pemerintah dari sisi anggaran, tetapi juga merugikan masyarakat.

”Kalau jalannya rusak, ya kita-kita juga yang kena imbasnya. Akses terganggu, kendaraan warga jadi cepat rusak, bahkan rawan kecelakaan. Pemerintah harusnya bukan hanya membangun, tapi juga menjaga hasil pembangunan itu dengan pengawasan ketat,” tambahnya.

Tidak hanya itu, aktivitas kendaraan bertonase besar di ruas jalan kabupaten tentunya juga menganggu kenyamanan pengguna jalan lain. ”Kasihan pengguna jalan lain perjalanannya terhambat, kalau maksa menyalip rawan kecelakaan,” tegasnya.

‎Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Jombang Agung Hariadi membenarkan bahwa ruas jalan Cukir–Mojowarno termasuk dalam kategori jalan kelas tiga.

Artinya, beban maksimal yang diizinkan untuk melintas hanya sampai 8 ton.

Sayangnya, ia tidak menampik bahwa sering kali jalan tersebut dilewati kendaraan yang melebihi batas tonase, seperti kontainer dan truk besar lainnya.

”Ya memang itu yang jadi persoalan. Kendaraan-kendaraan berat jelas mempercepat kerusakan jalan.

Akhirnya umur jalan tidak bisa bertahan lama. Ini salah satu penyebab kenapa banyak jalan kabupaten cepat rusak,” jelas Agung.

‎Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Jombang Budi Winarno mengatakan, pihaknya akan melakukan patroli ke jalan-jalan kabupaten yang rawan dilalui kendaraan bertonase tinggi. Namun, ia mengakui adanya keterbatasan personel sehingga pengawasan tidak bisa dilakukan setiap waktu.

”Kami akan petakan jalan mana saja yang sering dilalui kontainer. Karena SDM kami terbatas, patroli hanya bisa dilakukan secara berkala. Tapi kami tetap berkomitmen untuk melakukan penertiban,” ujarnya.

‎Dishub juga akan berkoordinasi dengan Dinas PUPR Jombang untuk pemasangan rambu-rambu lalu lintas di sejumlah titik, khususnya rambu larangan bagi kendaraan berat. ”Langkah ini diharapkan bisa menjadi pengingat sekaligus dasar penindakan apabila ada pelanggaran,” pungkas Budi.(yan/naz)

Editor : Anggi Fridianto
#Dishub Jombang #Jombang #Dinas PUPR Jombang #penyebab #Truk Kontainer #jalan rusak