Radarjombang.id - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jombang menggelar bimbingan teknis (bimtek) kepenulisan bertema budaya lokal.
Kegiatan ini dirancang dalam tiga sesi bimbingan teknis (bimtek), dengan materi yang mencakup teknik menulis, riset budaya lokal, serta penyusunan naskah buku.
Setiap peserta akan mendapatkan pendampingan intensif hingga mampu menghasilkan minimal satu buku bertema budaya lokal.
’’Nanti akan diterbitkan satu buku karya seluruh peserta, sebagai hasil dari pelatihan ini,’’ kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jombang, Sri Surjati.
Ada tiga sesi dalam kegiatan bimtek. Pertama, pengenalan teknik penulisan dan pengantar budaya serta kearifan lokal.
Kedua, teknik penulisan esai dan artikel berbasis budaya dan kearifan lokal. Ketiga, penyuntingan naskah hasil karya peserta.
Ada tiga tahap pelaksanaan bimtek. Tahap pertama pelaksanaan bimbingan teknis persiapan penulisan dan penugasan penulisan untuk peserta selama satu bulan dimulai 5 Agustus.
Tahap kedua, pelaksanaan bimbingan teknis penulisan dan penelaahan hasil penugasan penulisan dari peserta selama dua minggu dimulai 9 September 2025.
Dan tahap ketiga evaluasi penulisan dan finalisasi hasil penulisan selama dua minggu dimulai 23 September 2025.
Buku tersebut nantinya akan menjadi koleksi Perpustakaan Daerah dan disebarluaskan ke masyarakat luas sebagai bagian dari upaya memperkaya khazanah literasi daerah.
Bimtek digelar secara gratis. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jombang menggunakan sumber dana alokasi khusus (DAK) non fisik dari perpustakaan nasional (Perpusnas).
’’Peserta ini gratis, kami dapat support dari DAK non fisik Perpusnas,’’ jelasnya.
Ada tiga pemateri yang akan mengisi. Dian Sukarno (penulis lokal konten). Andi Setyo W atau yang dikenal dengan nama pena Boenga Ketjil (penulis dan penerbit). Serta Cucuk ESPE (penulis dan pegiat teater). (wen/jif)
Editor : Anggi Fridianto