Radarjombang.id - Ratusan Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Jombang belum berjalan maksimal.
Sebagian masih berkutat menyusun anggaran dasar (AD) dan anggaran rumah tangga (ART), sebagian lainnya menuntaskan perizinan serta membentuk unit usaha dan model bisnis didampingi Bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop UM) Jombang Gatut Wijaya menjelaskan, saat ini masing-masing pengurus Kopdes Merah Putih masih dalam proses simultan.
Seperti menyusun AD/ART hingga pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB). ”Memang belum seragam. Ada yang sudah menyusun anggaran dasar dan anggaran rumah tangga, ada juga yang fokus menyelesaikan perizinan seperti NIB,” kata Gatut dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jombang, (3/8).
Terkait akses permodalan dari perbankan, Gatut menyebut saat ini belum ada pinjaman yang cair.
Namun, pendampingan dari lembaga keuangan sudah mulai dilakukan secara aktif. ”Contohnya BRI, mereka belum bisa memberi pinjaman sebelum pengurus kopdes memenuhi syarat. Tapi mereka mendampingi dari sisi SDM, regulasi, hingga pembentukan unit usaha dan model bisnis,” imbuh dia.
Hal yang sama juga dilakukan pihak perbankan lain.”BNI ini juga cukup gencar. Mereka mendampingi bagaimana cara buka rekening di BNI,” tutur Gatut.
Rata-rata Himbara (Himpunan bank negara) sudah mulai terjun melakukan pendampingan ke pengurus. ”Untuk Bank Mandiri kemarin masih dalam tahap mengusulkan skema keringanan biaya untuk pembukaan rekening ke kantor pusatnya,” ujar dia.
Hal ini diharapkan dapat mempercepat inklusi keuangan bagi kopdes. Tak hanya sektor keuangan, pihaknya juga menjalin kerja sama dengan sejumlah BUMN strategis melalui serangkaian workshop dan pertemuan daring.
”Sudah ada zoom meeting dengan pihak Pertamina, lalu Pupuk Indonesia, hingga Bulog untuk mendukung ekosistem bisnis kopdes,” tutur Gatut.
Dalam waktu dekat pihaknya juga bakal melakukan koordinasi dengan pengurus Kopdes Merah Putih.
”Karena Bulog dalam waktu dekat akan menyalurkan beras melalui kopdes. Ini sekaligus menjadi bagian dari tugas kami untuk membantu pengendalian inflasi, khususnya ketika harga beras mulai naik,” kata Gatut.
Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto resmi meluncurkan program Koperasi Desa Merah Putih, Senin (21/7).
Bupati Warsubi dan Wabup Salmanudin Yazid bersama jajaran forkopimda mengikuti peluncuran secara daring dari Pendopo Kabupaten Jombang.
Bupati Warsubi menegaskan, Pemkab Jombang berkomitmen mengawal penuh pelaksanaan program Koperasi Desa Merah Putih.
Melalui dinas koperasi dan usaha mikro (Dinkop UM), upaya pendampingan hingga pengurusan legalitas 302 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah dilakukan. ”Pemkab Jombang serius mendukung program nasional ini.
Semua Koperasi Desa Merah Putih kita dorong untuk segera menjalankan unit usaha agar mampu mendongkrak perekonomian di masyarakat,” ujar dia.
Kopdes Merah Putih yang sudah terbentuk dan memiliki legalitas hukum, lanjutnya, bisa memulai unit usaha.
Misalnya penyediaan elpiji, pergudangan, storage, pengolahan produk pertanian pascapanen, dan penyaluran pupuk subsidi. ”Nanti akan kita dampingi sampai berkembang,” papar dia.
Hingga saat ini, lanjutnya, pengurusan badan hukum dan Nomor Induk Berusaha (NIB) tengah difinalisasi dengan menggandeng dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu (DPMPTSP).
Seluruh biaya legalisasi ditanggung oleh Pemkab Jombang sebagai bentuk dukungan nyata terhadap gerakan Koperasi Desa Merah Putih. ”Dengan koperasi yang kuat dan terstruktur, kita ingin ekonomi desa semakin mandiri dan masyarakat memiliki akses yang lebih mudah terhadap kebutuhan pokok dan layanan usaha,” pungkas Bupati Warsubi.(ang/fid/naz)
Editor : Anggi Fridianto