Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Dampak Perbaikan Bendung Karet Menturus Jombang: Irigasi Sawah Tersendat, Masa Tanam Mundur

Ainul Hafidz • Selasa, 29 Juli 2025 | 14:51 WIB
DIGANTI: Pekerja proyek mengerjakan penggantian material karet Bendung Karet Menturus di Kecamatan Kudu yang rusak.
DIGANTI: Pekerja proyek mengerjakan penggantian material karet Bendung Karet Menturus di Kecamatan Kudu yang rusak.

Radarjombang.id - Kegiatan penggantian karet pada Bendung Karet Menturus di Kecamatan Kudu, Jombang yang rusak berdampak ke sektor pertanian.

Sebagian petani terpaksa memundurkan masa tanam lantaran pasokan air dari Sungai Brantas terbatas dampak perbaikan bendung.

”Sementara sudah tidak tanam lagi, dibrakne nganggur,” kata Subari salah seorang petani Dusun Sidokarang, Desa Menturus, kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Subari menerangkan, rata-rata petani di wilayahnya baru saja selesai memanen padi. Untuk memulai tanam, petani sangat mengandalkan pasokan air dari Sungai Brantas. Kegiatan perbaikan bendung menjadikan pasokan air untuk irigasi sawah warga sangat terbatas. ”Paling mulai tanam lagi itu September, karena kemarin disampaikan Agustus air irigasi sudah normal,” imbuh lelaki yang akrab disapa Cak Bari.

Menurut dia, sebenarnya ada opsi untuk menanam palawija. Hanya saja, untuk kebutuhan irigasi petani harus menggunakan pompa air untuk menyedot air dari sumber lain. Masalahnya, biaya operasional dinilai terlalu tinggi. ”Pakai pompa itu mahal. Airnya juga cepat habis, tanahnya di sini itu cepat kering. Jadi ya lebih baik ditunda sampai perbaikan damnya selesai,” tutur dia.

Abdul, petani lainnya juga membenarkan perbaikan Bendung Menturus berdampak langsung ke irigasi sawah. ”Sudah sebulan lebih air dari sungai (Sungai Brantas) tidak bisa mengalir. Karena pintu enam itu dibuka, airnya langsung lewat, nggak ada yang masuk ke saluran irigasi,” ujar Abdul.

Keterangan diterima, proses perbaikan berlangsung hingga Agustus nanti. Dampaknya selain di wilayah setempat juga di Desa Keboan, Kecamatan Ngusikan. ”Biasanya di sini habis panen padi, kadang ada yang padi lagi. Nggak ada petani tembakau,” kata Abdul.

Sementara itu, Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Ngusikan Zuhrotullailis Sa’adah mengakui, aliran air dari Sungai Brantas ke irigasi sawah ikut terdampak. ”Biasanya tidak perlu pompa, air bisa mengalir. Tapi, nanti untuk tanam selanjutnya, mau tidak mau harus pakai pompa. Itu artinya ada biaya tambahan bagi petani,” jelas Zuhrotullailis.

Menurutnya, lahan pertanian yang terdampak perbaikan Bendung Karet Menturus, terutama di Kecamatan Kudu dan Kecamatan Ngusikan. Luasan di Kecamatan Kudu sekira 70 hektare. Sebagian desa lainnya di Ngusikan mendapatkan pasokan air dari aliran Kali Marmoyo,” kata Zuhrotullailis.

Sebelumnya, perbaikan dua pintu air di Bendung Karet Menturus di Kecamatan Kudu hingga kini masih berjalan. Petugas harus membangun kisdam untuk akses penggantian karet dua pintu air yang sudah bertahun-tahun rusak. Yakni pintu air nomor tiga dan empat.

Bendung Karet Menturus punya peran vital dalam mendistribusikan air dari Sungai Brantas untuk irigasi sawah. Cakupan wilayahnya lebih banyak di Kabupaten Mojokerto ketimbang Jombang. Dari sekitar baku sawah hampir 3.000 hektare, Jombang hanya 450 hektare, sisanya di Kabupaten Mojokerto. (fid/naz)

Editor : Anggi Fridianto
#Kecamatan kudu #Jombang #Menturus #dam #Pemkab Jombang