RadarJombang.id - Pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Jombang mulai kembali normal pascalibur panjang sekolah.
Meski begitu, pencetakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik masih terkendala terbatasnya blangko dari pemerintah pusat.
Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang, Agus Purnomo, menyampaikan, dalam satu pekan, Dispendukcapil Jombang hanya menerima kiriman 2.000 keping blangko.
Jumlah ini masih belum sebanding dengan kebutuhan harian masyarakat yang terus mengakses layanan adminduk, terutama untuk pencetakan KTP elektronik.
’’Karena kiriman blangko KTP elektronik dari pusat hanya 2.000 keping per minggu, maka layanan pencetakan menjadi terbatas,’’ kata Agus, Rabu (24/7).
Pada hari biasa, jumlah warga yang datang ke kantor Dispendukcapil untuk mengurus KTP dan dokumen lain berkisar 300 hingga 400 orang per hari.
Sementara saat masa liburan kemarin, angka tersebut melonjak hingga 400 hingga 500 orang per hari. Kondisi itu membuat antrean panjang tak terhindarkan.
Meski menghadapi keterbatasan logistik, pihaknya tetap berkomitmen memberikan pelayanan yang maksimal.
’’Kami tetap berupaya optimal, karena ini menyangkut hak dasar masyarakat untuk mendapatkan dokumen kependudukan. Kami juga terus berkoordinasi dengan pusat agar kuota blangko bisa ditambah,’’ tambahnya.
Agus juga mengimbau masyarakat untuk bersabar dan memanfaatkan layanan online jika memungkinkan.
Ini untuk menghindari kepadatan di kantor Dispendukcapil. Pihaknya juga menunggu keputusan hasil perubahan dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2025.
Apakah ada penambahan anggaran atau tidak.
’’Kita belum tahu ada atau tidak penambahan anggaran di P-APBN. Tahun lalu, memang ada, tapi ini kita masih menunggu untuk tahun ini,’’ ucapnya. (ang/jif)
Editor : Achmad RW