Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Parah! Kontraktor dan Pengawas Puskesmas Keboan Jombang Abaikan K3

Azmy endiyana Zuhri • Sabtu, 26 Juli 2025 | 11:51 WIB
BAHAYA: Para pekerja Puskesmas Keboan, Kecamatan Ngusikan tidak menggunakan alat keselatan kerja saat disidak DPRD Jombang, Kamis (24/7)
BAHAYA: Para pekerja Puskesmas Keboan, Kecamatan Ngusikan tidak menggunakan alat keselatan kerja saat disidak DPRD Jombang, Kamis (24/7)

Radarjombang.id - Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada proyek pembangunan Puskesmas Keboan, Kecamatan Ngusikan Jombang juga mendapat sorotan.

Komisi C DPRD Jombang menemukan sejumlah pekerja di lokasi proyek tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) standar, seperti helm keselamatan dan sepatu kerja.

Anggota Komisi C DPRD Jombang, Syaifullah, sangat menyayangkan kondisi tersebut. Menurutnya, para pekerja hanya mengenakan rompi proyek tanpa kelengkapan alat K3 lain yang semestinya wajib digunakan selama berada di area pekerjaan konstruksi.

”Puluhan pekerja kami lihat tidak menggunakan helm atau sepatu kerja. Mereka hanya mengenakan rompi proyek. Ini sangat disayangkan, apalagi ini proyek bernilai Rp 4,1 miliar, sudah pasti ada anggaran untuk K3,” ujar Syaifullah saat sidak ke lokasi, Kamis (24/7).

Syaifullah menegaskan pentingnya pemenuhan alat keselamatan kerja karena hal itu menyangkut perlindungan terhadap pekerja.

Ia menambahkan, jika K3 tidak diterapkan, maka anggaran K3 yang masuk dalam komponen biaya bisa dicoret oleh pengguna anggaran (PA), sebab tidak digunakan sebagaimana mestinya.

”Kalau tidak dipakai, maka anggarannya bisa dihapus saat evaluasi administrasi. Ini juga sudah diatur dalam Undang-Undang, jadi tidak bisa diabaikan begitu saja,” tegasnya.

Ia berharap kontraktor tidak hanya memenuhi aspek fisik proyek, tapi juga memperhatikan keselamatan para pekerja. Seluruh alat pelindung kerja wajib disediakan dan digunakan selama proyek berlangsung.

Sementara itu, Direktur CV Renno Abadi, Hadi Prayitno, saat dikonfirmasi mengaku sudah menganggarkan dana K3 sebesar Rp 30 juta.

Ia menyatakan pihaknya telah membagikan perlengkapan keselamatan kerja kepada seluruh pekerja sejak awal proyek dimulai.

”Anggaran K3 sebesar Rp 30 juta sudah kami alokasikan dan perlengkapan sudah kami bagikan. Hanya saja, setelah dipakai, beberapa perlengkapan hilang. Itu yang menjadi kendala di lapangan,” ungkap Hadi.(yan/naz)

Editor : Anggi Fridianto
#bermasalah #Puskesmas Keboan #Jombang #Dinkes Jombang #kecamatan ngusikan