Radarjombang.id - bPeserta bimbingan teknis kepenulisan berbasis budaya lokal yang diadakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jombang semakin bertambah.
Kegiatan ini menarik banyak peminat mulai dari pegiat literasi, guru, pustakawan hingga wiraswasta.
’’Yang sudah daftar secara resmi ada tujuh, karena harus menyertakan karya tulis untuk mendaftar,’’ kata Plt Kepala Disperpusip Jombang Sri Surjati, kemarin.
Tujuh pendaftar dari latar belakang yang beragam. Ada pegiat literasi, guru, pustakawan dan wiraswasta. Saat mendaftar, siswa harus menyertakan tulisan sesuai dengan tema yang ditetapkan. Yakni dari Tradisi ke Narasi: Teknis Menulis Buku Nonfiksi Budaya Njombangan.
Tiga pemateri yang mengisi, Dian Sukarno (penulis lokal konten). Andi Setyo W atau yang dikenal dengan nama pena Boenga Ketjil (penulis dan penerbit). Serta Cucuk ESPE (penulis dan pegiat teater).
Ada tiga materi bimbingan teknis yang diberikan. Pertama, pengenalan teknik penulisan dan pengantar budaya dan kearifan lokal. Kedua, teknik penulisan esai dan artikel berbasis budaya dan kearifan lokal. Ketiga, penyuntingan naskah hasil karya peserta.
Ada tiga tahap pelaksanaan bimtek. Tahap pertama, pelaksanaan bimbingan teknis persiapan penulisan dan penugasan penulisan untuk peserta selama satu bulan dimulai 5 Agustus.
Tahap kedua, pelaksanaan bimbingan teknis penulisan dan penelaahan hasil penugasan penulisan dari peserta selama dua minggu dimulai 9 September. Dan tahap ketiga, evaluasi penulisan dan finalisasi hasil penulisan selama dua minggu dimulai 23 September.
Form pendaftaran dapat dilihat pada https://bit.ly/BimtekPenulisanNjombangan. (wen/jif)
Editor : Anggi Fridianto