Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Terapkan Kurikulum Khusus, 100 Siswa Sekolah Rakyat di Jombang Langsung Tinggal di Asrama, Ini Kegiatannya

Anggi Fridianto • Selasa, 15 Juli 2025 | 12:19 WIB
ANTUSIAS: Siswa mengikuti apel perdana di Sekolah Rakyat Jombang kemarin (14/7).
ANTUSIAS: Siswa mengikuti apel perdana di Sekolah Rakyat Jombang kemarin (14/7).

Radarjombang.id - Program Sekolah Rakyat di Jombang resmi dimulai, Senin (14/7) kemarin.

Sebanyak 100 siswa dari jenjang SMP dan SMA bersemangat datang ke sekolah berlokasi di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Mojoagung dengan diantar keluarga. Mereka juga membawa bekal dan perlengkapan lantaran akan tinggal di asrama.

Pantauan di lokasi, tampak siswa-siswi Sekolah Rakyat bersemangat datang ke sekolah lebih awal.

Di antaranya mereka ada yang diantar menggunakan mobil siaga desa (MSD) hingga kendaraan pribadi.

Tampak anggota keluarga turut mengantar.

Para wali murid juga tampak senang dan penuh haru saat mengantar putra-putri mereka ke sekolah. Para siswa terlihat membawa perlengkapan lantaran harus tinggal di asrama selama menempuh pembelajaran di Sekolah Rakyat.

Kepala Sekolah Rakyat Jombang Andik Minarto mengatakan, saat ini seluruh elemen pendukung sekolah rakyat mulai dari guru, wali asrama, staf kebersihan, operator, hingga petugas keamanan sudah siap menjalankan pendidikan di Sekolah Rakyat.

”Semua tenaga pendukung telah siap menerima tanggung jawab untuk membimbing anak-anak ini,” ujar Andik.

Dijelaskan, Sekolah Rakyat merupakan program afirmasi dari pemerintah pusat yang bertujuan mengatasi kemiskinan melalui pendidikan.

Para siswa mendapatkan layanan gratis yang lengkap dengan fasilitas kebutuhan dasar seperti tempat tidur, perlengkapan mandi, makanan bergizi, hingga pengawasan gizi dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Ia menyampaikan, model pembelajaran yang diterapkan berbeda dari sekolah umum.

Tiga bulan pertama dijalankan sebagai masa matrikulasi guna membiasakan siswa dengan lingkungan dan pola hidup baru.

Selain itu, tes talenta juga dilakukan untuk mengenali potensi masing-masing siswa.

”Konsepnya mengadopsi sistem boarding school, seluruh siswa tinggal di asrama yang terintegrasi dengan kegiatan akademik dan non-akademik. Setelah masa matrikulasi berakhir, kurikulum nasional akan diterapkan,’’ papar dia.

Selain pembelajaran akademik, Sekolah Rakyat menitikberatkan pada pembinaan karakter dan spiritual. Siswa mengikuti ibadah malam sejak maghrib hingga pukul 21.00 WIB, termasuk kegiatan tadarus dan hafalan Alquran.

Rutinitas harian dimulai sejak subuh, diawali dengan salat berjamaah dan sarapan bersama. ”Meski belum semua fasilitas kamar selesai dibangun, wali asrama tetap hadir secara bergilir untuk mendampingi siswa,” papar dia.

Pada hari pertama MPLS kemarin, pihaknya juga melakukan pemeriksaan medis untuk memastikan kondisi fisik seluruh siswa.

Tujuannya, mendeteksi potensi penyakit atau keluhan fisik siswa. ”Pemeriksaan ini tidak menentukan kelayakan mereka sebagai siswa. Semua yang sudah diterima tetap bisa melanjutkan,” tegas Andik.

Ke depan, pihaknya juga melakukan pemantauan kesehatan secara rutin mingguan dan bulanan, meliputi pemeriksaan umum hingga status gizi. ”Dengan konsep pendidikan berasrama yang menyeluruh, Sekolah Rakyat Jombang diharapkan menjadi contoh solusi pendidikan yang menjawab kesenjangan sosial,” pungkasnya.

Pembukaan Sekolah Rakyat dipimgpin Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Pemkab Jombang Purwanto dan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jombang Hari Purnomo. Pembukaan Sekolah Rakyat ditandai dengan dengan pemakaian seragam sekolah kepada siswa. (ang/naz)

Editor : Anggi Fridianto
#Dimulai #Jombang #Sekolah Rakyat