Radarjombang.id - Pelayanan pencetakan KTP-el di kecamatan hingga saat ini masih mandek. Akibatnya warga harus mendatangi kantor dispendukcapil atau Mal Pelayanan Publik (MPP) Jombang jika ingin mencetak KTP-el.
Hal itu dampak dari minimnya distribusi blanko KTP-el dari pemerintah pusat ke daerah. Meski begitu, pelayanan perekaman KTP-el tetap berjalan, sementara untuk pencetakan ke dispendukcapil.
Camat Kabuh Anjik Eko Saputro membenarkan pelayanan pencetakan KTP-el hingga kini masih belum berjalan lantaran tak lagi mendapat jatah blanko KTP-el dari kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Jombang. Penyebabnya, pengiriman blanko dari pusat sangat terbatas.
”Sebenarnya pelayanan masih ada, cuma tidak seperti dulu. Karena sekarang perekaman saja, untuk cetaknya ikut dispendukcapil,” kata Anjik kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Pihaknya tetap menerima warga yang mengajukan pelayanan perekaman KTP-el. Hanya saja untuk cetaknya, pemohon harus ke kantor dispendukcapil.
”Proses rekam kita layani, pencetakan kita arahkan ke cacatan sipil,” ujar Anjik.
Selama ini seluruh prasarana sudah disiapkan pemkab. ”Untuk alat cetak dan rekam sudah siap. Hanya tinggal blanko saja,” ujar Anjik.
Hal sama diungkapkan Camat Diwek Agus Sholihuddin. Untuk saat ini warga masih mendapat pelayanan untuk pengurusan perekaman KTP-el.
”Sebenarnya sama dengan kecamatan lain, di Kecamatan Diwek ini hanya perekaman. Karena sudah tidak ada lagi material blankonya di kecamatan,” kata Agus.
Sebelum blanko terbatas, pelayanan KTP-el baik cetak maupun rekam bisa dilakukan di kecamatan. Karena segala peralatan sudah disiapkan pemkab.
”Memang warga itu harapannya sekali berangkat atau itu langsung jadi. Sekarang misalnya ke kecamatan hanya rekam saja, untuk cetaknya ke capil (dispendukcapil),” ujar Agus.
Seperti diberitakan sebelumnya, antrean pemohon KTP-el di kantor Dispendukcapil Jombang menumpuk. Selain bersamaan momen liburan, pelayanan pencetakan KTP-el di kecamatan sementara mandek lantaran tak memiliki stok blanko KTP-el.
Kepala Dispendukcapil Jombang Masduqi Zakaria menyampaikan, setiap hari jumlah pengunjung mencapai 700-800 pemohon. Jumlah itu mengalami kenaikan dibandingkan hari biasa sekitar 400 orang.
”Karena saat ini liburan, jadi pemohon agak banyak. Kalau hari normal sekitar 400 orang, hari ini bisa sampai 700-800-an,’’ ujar dia.
Ia mengaku pemohon didominasi anak-anak sekolah yang berusia 17 tahun. Sebenarnya, pada saat di sekolah, Dispendukcapil Jombang sudah memberikan layanan jemput bola untuk perekaman KTP-el. Tapi kenyataanya mereka banyak yang mau ganti foto karena dulu di sekolah pakai seragam,’’ jelas dia.
Karena pelayanan membeludak, pihaknya juga membuka pelayanan di Mal Pelayanan Publik (MPP). Namun, karena keterbatasan blanko, pelayanan hanya dibatasi 200 orang per hari. ”Ketersediaan blanko KTP-el per minggu hanya 2.000 keping.
Dengan blanko yang terbatas itu sehingga tidak memungkinkan kita bagi ke kecamatan-kecamatan. Jadi kita fokuskan di sini dan MPP saja,’’ jelas dia. Kendati blanko terbatas, ia mengaku tidak pernah menolak warga yang mengajukan permohonan. ”Batasan tidak ada, tetap kita layani, tapi memang kondisi ketersediaan blanko masih terbatas,’’ pungkasnya. (ang/naz)
Editor : Anggi Fridianto