Radarjombang.id - Proyek rehabilitasi Puskesmas Keboan, Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang terancam molor.
Progres pekerjaan baru tercapai sekitar 25 persen, padahal proyek bernilai Rp 4,1 miliar itu ditarget harus selesai pada awal Agustus mendatang.
”Untuk saat ini progresnya masih 25 persen,” ujar Fandi, penanggung jawab dari CV Renno Abadi, Selasa (8/7) kemarin.
Dirinya tak menampik, ada keterlambatan pengerjaan hingga di atas 10 persen.
”Kemarin keterlambatan 10 persen. Untuk sekarang belum kami hitung lagi,” bebernya.
Dirinya mengaku, keterlambatan pekerjaan dikarenakan dari awal sudah mengalami kendala. ”Ada kendala awal dulu setelah tanda tangan kontrak 2 Minggu belum dikerjakan,” terangnya.
Menurutnya, apabila tidak ada keterlambatan saat awal tersebut, saat ini proyek Puskesmas Keboan mestinya sudah tahap finishing.
”Seharusnya saat ini sudah finishing,” ungkapnya.
Kendati demikian, dirinya tetap berupaya untuk mengejar keterlambatan progres. ”Untuk selesai tepat waktu ya sulit, mungkin nanti terlambat satu hingga dua minggu,” tambahnya.
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang dr. Hexawan Tjahja Widada saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon selularnya belum bisa memberikan keterangan.
”Maaf, saya masih ada rapat,” pungkasnya singkat.
Untuk diketahui, kontrak kerja proyek Puskesmas Keboan dimulai pada 6 Februari dengan anggaran Rp 4.194.395.867,40,.
Pelaksana dari CV Renno Abadi dan konsultan pengawas dari CV Persada Consultan.(yan/naz)
Editor : Anggi Fridianto