Radarjombang.id - Tujuh formasi tidak terisi pada seleksi kompetensi tahap pertama dan tahap kedua pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
Rinciannya, empat tenaga kesehatan dan tiga guru.
’’Untuk yang teknis semuanya sudah terpenuhi pada tahap pertama,’’ kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Jombang, Bambang Suntowo, kemarin.
Tiga formasi guru yang tidak terisi, satu guru agama Hindu, satu guru agama Budha, satu guru prakarya. Sedangkan empat tenaga kesehatan yang tidak terisi seluruhnya tenaga sanitasi lingkungan.
Dari 2.733 pelamar PPPK periode kedua yang dinyatakan lulus seleksi administrasi, hanya 40 yang dinyatakan lulus seleksi kompetensi.
Mereka bakal diangkat menjadi PPPK setelah pemberkasan tuntas.
Rinciannya, 23 tenaga kesehatan, dan 17 guru. Yakni satu guru agama Kristen, lima guru IPA, satu guru PKn, satu guru prakarya dan kewirausahaan, tiga guru seni budaya dan enam guru bimbingan konseling.
Setelah dinyatakan lulus, seluruh pelamar harus melengkapi berkas dibatasi hingga 30 Juli. ’’Setelah pemberkasan baru pengusulan NI PPPK (nomor induk PKKK),’’ urainya.
Bambang belum dapat memastikan nasib pelamar yang tidak lulus seleksi kompetensi. Sebab hingga kini juknis pengangkatan PPPK paruh waktu masih belum ada. ’’Juknis PPPK paruh waktu belum ada, kita tunggu,’’ ucapnya.
Pendataan non ASN yang dilakukan BKPSDM Jombang melalui masing-masing organisasi perangkat daerah bukan berarti untuk urusan pengangkatan PPPK paruh waktu.
’’Pendataan itu kami lakukan semua, barangkali nanti dibutuhkan, kita sudah ada datanya,’’ jelasnya.
Sebelumnya, total ada 2.733 peserta yang ikut seleksi kompetensi PPPK tahap kedua.
Terdiri dari 141 pelamar di formasi guru, 398 formasi tenaga kesehatan, dan 2.194 orang yang melamar di formasi tenaga teknis. (wen/jif)
Editor : Anggi Fridianto