Radarjombang.id - Penganugerahan Lomba Perpustakaan Desa dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Jombang pada Rabu (25/6).
Inovasi dalam pengelolaan perpustakaan desa menjadi semangat baru di Kabupaten Jombang untuk meningkatkan literasi di tengah masyarakat.
”Usai penyerahan penghargaan juga dilakukan zoom bersama tim pengelola perpustakaan Desa Sumberagung, Kecamatan Perak,” kata Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jombang Sri Surjati.
Sebelum ditentukan pemenangnya, tim juri sudah melakukan visitasi ke seluruh perpustakaan desa yang telah lolos seleksi administrasi.
Dari hasil penilaian tersebut, juri memutuskan juara 1 diraih perpustakaan Desa Sumberagung, Kecamatan Perak, juara 2 diraih perpustakaan Darul Ilmi Desa Bongkot, Kecamatan Peterongan, dan juara 3 diraih Perpustakaan Trisno Moco Desa Mojotrisno, Kecamatan Mojoagung.
Sementara harapan 1 diraih perpustakaan Desa Karanglo, Kecamatan Mojowarno, harapan 2 diraih perpustakaan Cahaya Asa Desa Kayen, Kecamatan Bandarkedungmulyo, dan harapan 3 diraih Perpustakaan R-Ceria Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan.
Dalam kegiatan itu, tim dari pengelola perpustakaan Desa Sumberagung, Kecamatan Perak mengikuti zoom bersama Wakil Bupati Jombang Salmanudin Yazid dan Bunda Literasi Kabupaten Jombang Yuliati Nugrahani Warsubi.
Forum semakin hidup lantaran diisi dengan tanya jawab langsung kepada pengelola perpustakaan. Mulai dari program inovasi, koleksi buku, hingga sejarah terbentuknya perpustakan Desa Sumberagung.
Kepala Perpustakaan Desa Sumberagung Manisfu Sepshofaro melalui sambungan zoom memaparkan, perpustakaan Desa Sumberagung memiliki lebih dari 2.000 koleksi buku yang berasal dari perpustakaan provinsi, perpustakaan nasional, juga hibah masyarakat desa.
Upaya pendekatan perpustakaan kepada masyarakat dilakukan melalui beberapa cara, salah satunya mengajak masyarakat terlibat dalam kegiatan desa hingga mengenal perpustakaan dan memanfaatkannya. Juga menjalin kerja sama dengan lembaga pendidikan sekitar untuk mengatur kunjungan rutin setiap hari Senin sampai Jumat.
”Melalui program TPBIS (Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial), perpustakaan menajdi tempat pemberdayaan. Seperti mengadakan pelatihan membuat kerupuk puli khas Sumberagung tanpa bahan kimia.
Ke depan diharapkan kerupuk itu menjadi oleh-oleh khas Sumberagung,” tuturnya. Program WiFi Rakyat dari Pemkab Jombang juga begitu bermanfaat untuk masyarakat menginstal dan memanfaatkan aplikasi IPUSNAS yang berisi jutaan buku digital.
Baca Juga: Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan Jombang Optimalkan Perpusdes untuk Tingkatkan Literasi Warga
Wakil Bupati Jombang Salmanudin Yazid mengapresiasi pengelolaan perpusdes di Jombang. Manurutnya, perpustakaan desa memiliki peran penting sebagai pusat belajar, sumber informasi, dan tempat tumbuhnya budaya literasi di tengah masyarakat.
Dengan adanya Bunda Literasi Kabupaten Jombang yang telah dikukuhkan, ke depan lomba literasi semakin digalakkan. Salah satu upaya meningkatkan literasi di masyarakat yaitu melalui pembiasaan.
Seperti membiasakan anak belajar dan membaca mulai setelah salat Maghrib. ”Jangan sampai anak di luar rumah setelah salat Maghrib hingga pukul 20.00 WIB. Sehingga anak tidak hanya memiliki akhlak baik tapi juga literasi yang baik,” jelasnya. Ia berharap, enam desa yang telah memenangkan lomba perpustakaan desa dapat menjadi motivasi bagi desa-desa lain untuk terus mengembangkan perpustakaan desa masing-masing. (wen/naz)
Editor : Anggi Fridianto