Radarjombang.id - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB PPPA) Jombang menggelar aksi konvergensi stunting ke-5 di Ruang Soeroadiningrat I Kantor Pemkab Jombang, Selasa (17/6).
’’Kegiatan ini dalam rangka meningkatkan pengetahuan tentang program kemendukbangga,’’ kata Kepala DPPKB PPPA Jombang, dr Pudji Umbaran MKP.
Aksi konvergensi stunting ke-5 (pembinaan unsur pelaku) dilakukan kepada kader institusi masyarakat pedesaan (IMP) untuk Kecamatan Megaluh, Ngoro, Jogoroto, Bandarkedungmulyo, Tembelang dan Bareng.
Ini merupakan upaya percepatan penurunan stunting sesuai petunjuk Bupati Warsubi. Stunting akhir tahun ini harus bisa dibawah tiga persen. Sehingga perlu sinergitas luar biasa antar kader.
’’Kami berikan pembekalan kepada semua kader, untuk upaya bersama percepatan penurunan stunting,’’ jelasnya.
Melalui pertemuan tersebut, kader diharapkan dapat memahami, jika ditemukan kasus stunting pada posyandu. ’’Harus bagaimana, pendekatannya melalui intervensi spesifik atau intervensi sensitif,’’ jelasnya.
Juga diharapkan dapat memberikan pendampingan kepada risiko stunting. Seperti calon pengantin, atau ibu hamil, agar tidak sampai terjadi stunting baru,’’ jelasnya.
Kader IMP juga diharapkan dapat menjadi pengelola dan pelaksana program keluarga berencana (KB) nasional yang dinamis dan mandiri. Serta menyelenggarakan kegiatan terkait dengan kebijakan pengendalian kuantitas penduduk.
’’Melalui pengendalian kelahiran, penurunan angka kematian, dan pengarahan mobilitas penduduk,’’ tegasnya. (wen/jif)
Editor : Anggi Fridianto