Radarjombang.id - Proyek revitaliasi bangunan Pasar Ploso Jombang hingga kini masih tahap pemilihan penyedia.
Sedikitnya, sebanyak 140 pedagang yang terdampak proyek akan diboyong sementara menempaki lapak yang sudah dibangun Pemkab Jombang di Lapangan Bawangan Desa Losari, Kecamatan Ploso.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang Suwignyo melalui Kabid Sarana Perdagangan dan Barang Pokok Penting Yustinus Harris Eko Prasetijo menjelaskan, untuk sementara ini pihaknya masih mempersiapkan relokasi sementara bagi pedagang yang terdampak.
”Jadi kami sudah sosialisasi, lapak sementara (Lapangan Bawangan) akan ditempati pedagang terdampak, sekitar 140-an pedagang,” kata Harris kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Tahun ini pemkab memiliki dua paket kegiatan.
Masing-masing revitalisasi Pasar Ploso dengan pagu anggaran Rp 4 miliar dan pembangunan pasar di Sub Terminal Ploso dengan alokasi Rp 3,7 miliar.
Keduanya bersumber BKK (Bantuan Keuangan Khusus) Pemprov Jawa Timur. Saat ini masih dalam tahap pengadaan barang dan jasa melalui metode e-purchasing.
”Pengerjaan belum dimulai, karena masih dalam pemilihan penyedia,” imbuh dia.
Pedagang yang terdampak dan bakal dipindah terbagi menjadi beberapa tempat.
”Jadi pedagang yang di depan dan sebagian pedagang buah serta ada beberapa pedagang di Terminal Ploso,” tutur Harris.
Proses pemindahan sementara ke lapak sudah dimulai beberapa waktu lalu. Pihaknya sudah menggelar sosialisasi ke pedagang.
”Pindahannya ketika sudah selesai kontrak dengan penyedia. Posisinya ke depan juga akan ditata lagi, beda-bedak yang di lapak sementara akan dikasih nomor masing-masing pedagang,” ujar dia.
Kendati demikian, sebelum memulai itu pihaknya bakal melakukan koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Ini dilakukan untuk memastikan kondisi lapak sementara.
Karena tak sedikit kondisinya rusak, meski belum ditempati. ”Jadi yang rusak akan kami koordinasikan dengan teman-teman dinas PUPR.
Karena yang mengerjakan dulu mereka. Misalnya ada pintu yang kurang rapat dan sebagainya, kami minta untuk diperbaiki dahulu,” ujar Harris.
Sebeumnya, bangunan lapak yang diperuntukkan untuk relokasi sementara pedagang Pasar Ploso hingga kini masih nganggur.
Di sejumlah titiknya mulai muncul kerusakan, di antaranya bagian lantai yang ambles, dinding pecah hingga pintu. Sementara, rencana revitalisasi pasar hingga kini juga belum berjalan.
Pantauan di lokasi, bangunan lapak pedagang yang dibangun di Lapangan Bawangan, Desa Losari, Kecamatan Ploso masih kosong.
Di sejumlah titiknya mulai muncul kerusakan. Di antaranya, ada sekitar lima titik dinding lapak dari papan serat terlihat bolong. Beberapa pintu lapak juga terlihat tak presisi.
Pembangunan lapak sementara pedagang Pasar Ploso di Lapangan Bawangan dikerjakan Dinas PUPR Jombang.
Dalam proses lelang, CV BAGUS kontraktor yang beralamat di Jl Kencana Ungu 3 Jombang ditetapkan sebagai pemenang setelah mengajukan penawaran sebesar Rp 789.940.302 dari pagu Rp 1 miliar di APBD Jombang 2024.
Pembangunan dimulai 2 Oktober 2024 dan selesai pada 30 November 2024. (fid/naz)
Editor : Anggi Fridianto