RadarJombang.id - Komisi B DPRD Jombang menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Perumda Panglungan Wonosalam, Senin (2/6).
RDP itu, dilaksanakan untuk mengetahui kiat perusahaan pelat merah tersebut dalam melakukan pembenahan.
’’Agenda hari ini (2/6) tindak lanjut atas SK direktur yang baru. Kami berharap ada program kerja ke depan, untuk menuntaskan persoalan Perumda Panglungan,’’ kata Ketua Komisi B, Anas Burhani.
Wakil rakyat juga ingin mengetahui solusi konkret terkait persoalan karyawan. ’’Mereka sudah empat bulan tidak digaji, termasuk direktur baru,’’ ucapnya.
Dari hearing itu, Komisi B mendapatkan gambaran perihal komoditi yang dimiliki Perumda Panglungan. Komoditi itu bisa menjadi sektor bisnis apabila dioptimalkan.
’’Di sana memiliki banyak sekali komoditi yang bisa dijadikan ladang bisnis. Mulai dari kopi, cengkih, coklat, dan lainnya,’’ ulasnya.
Direktur baru menyampaikan telah memiliki program kerja. Program tadi bakal direalisasikan, untuk menyesaikan sengkarut persoalan di internal Perumda Panglungan.
’’Direktur menyampaikan bakal mengoptimalkan aset yang dikelola untuk menyelesaikan tanggungan internal,’’ ujarnya.
Direktur baru juga telah menetapkan jangka waktu untuk merampungkan persoalan yang membelit.
’’Planning kerja direktur baru, dua tahun sudah rampung. Baru kemudian masuk dalam tahap menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD),’’ urainya.
Direktur Perumda Panglungan, Agus Mujiono, mengatakan, ambang batas dua tahun memiliki sejumlah syarat.
Dan dengan dukungan dari Komisi B, hal tersebut bukanlah menjadi beban berat.
’’Untuk program kerja dua tahun, kami butuh pembenahan persoalan internal. Dan dengan dukungan dari Komisi B, kami yakin upaya pembenahan bukan menjadi hal yang berat,’’ ungkapnya.
Langkah-langkah yang secepatnya diambil, meliputi evaluasi terhadap kontrak dengan pihak ketiga.
’’Kami bakal melakukan kajian serta evaluasi terhadap kontrak dengan pihak ketiga. Karena banyak di antaranya yang justru berpotensi melanggar aturan, serta merugikan Perumda,’’ bebernya.
Sebisa mungkin nantinya bakal dilakukan pembenahan. ’’Bahkan apabila diperlukan, harus close (ditutup, red). Hal itu harus dilakukan, agar Perumda tidak semakin merugi,’’ lanjutnya.
Dia juga bakal mengoptimalan komoditi yang dimiliki.
’’Peningkatan produktivitas bakal kami lakukan dengan pembuatan blok serta pembuatan tower air. Setelah proses ini, kami baru berbicara tentang keuntungan perusahaan,’’ rincinya.
Lokal wisdom komoditi yang dimiliki sudah sangat luar biasa. Maka tidak ada alasan untuk membudidayakan tanaman porang, yang sampai saat ini tidak membuahkan hasil.
Perumda Panglungan bakal fokus terhadap komoditas unggulan. Selama ini, yang sesuai dengan bisnis yakni cengkih. ’’Alam sudah memberikan luar biasa, tinggal kita mengoptimalkan,’’ tuturnya.
Dia optimistis dalam kurun waktu dua tahun semua persoalan sudah rampung.
’’Terlebih dengan adanya dukungan dari Komisi B serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Upaya pembenahan bukan menjadi hal yang mustahil untuk dilakukan,’’ tegasnya. (yan/jif)
Editor : Achmad RW