Radarjombang.id - Rencana pembangunan tiga TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) yang dilakukan Pemkab Jombang terus dimantapkan.
Saat ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang mulai menyusun dokumen perencanaan.
Tiga titik TPS3R masing-masing tersebar di Desa Cukir, Kecamatan Diwek; Desa Keboan, Kecamatan Ngusikan; dan Desa Pucangsimo, Kecamatan Bandarkedungmulyo.
”Jadi sudah disurvei DLH (dinas lingkungan hidup), sekarang mereka (DLH Jombang) buat perencanaan atau RAB (rencana anggaran biaya),” kata Kades Cukir Sawung Agus Basuki, Kamis (22/5).
Dijelaskan, hasil survei itu ada beberapa masukan di antaranya menambah luas lahan.
”Lahannya kemarin masih kurang, biar tidak mepet tembok akhirnya ditambah 10 meter masih pakai tanah (lahan) ganjaran,” imbuhnya.
Meski begitu, dia belum mengetahui pengerjaan nantinya dimulai kapan.
”Jadi kami di desa menyiapkan lahan, untuk RAB dari sana. Sementara pengerjaan dari desa, kami menunggu selesai RAB dulu,” tutur dia.
Anggaran untuk satu titik senilai ratusan juta rupiah.
”Kalau tidak salah sekitar Rp 550 juta untuk Cukir. Itu sebenarnya pengajuan kami sejak 2020 dan baru terealisasi 2025,” paparnya.
Anggaran itu nantinya selain untuk pembangunan TPS3R juga sarana penunjang atau fasilitas. ”Selain ada bangunan, juga ada mesin pencacah ada juga kendaraan bermotor.
Termasuk urukannya di Cukir ini lumayan sampai ketinggian 2 meter, karena harus lebih tinggi dari jalan raya,” katanya.
Baca Juga: Proyek TPS3R dari DAK Buram, Sejumlah Desa di Jombang Kini Harap-Harap Cemas
Sementara itu, Kepala DLH Jombang Miftahul Ulum melalui Kabid Pengelolaan Sampah dan Ruang Terbuka Hijau M Amin Kurniawan mengakui, usai dipastikan tak terdampak efisiensi anggaran, saat ini pihaknya mulai menyusun dokumen perencanaan dengan menggandeng pihak konsultan perencana.
”Sekarang masih dalam proses,” katanya.
Sebelumnya, Pemkab Jombang bisa bernapas lega.
Itu setelah rencana pembangunan tiga TPS3R (tempat pengolahan sampah reducerReuse recycle) bersumber DAK (dana alokasi khusus) dari pemerintah pusat tak terdampak efisiensi anggaran. (fid/naz)
Editor : Anggi Fridianto