RadarJombang.id – Paket proyek strategis daerah (PSD) 2025 jembatan Kudubanjar, Kecamatan Kudu Jombang ditarget bulan ini sudah tandatangan kontrak dengan penyedia.
Sehingga, Juni 2025 mendatang, pengerjaan jembatan bailey itu diharapkan sudah bisa dimulai.
Hal itu diungkap Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Jombang, Agung Hariadi, melalui Kepala Bidang Pengembangan Kawasan Permukiman, Ahmad Rofiq Ashari.
Pihaknya menjelaskan, sampai saat ini pihaknya masih melakukan pemantapan persiapan pengadaan.
’’Sekarang masih belum ada (penyedia), kita masih memantapkan tahapan persiapan. Sekaligus kita cek die-katalog,’’ katanya, kemarin.
Sesuai rencana, paket dengan alokasi anggaran Rp 3,6 miliar bersumber APBD 2025 itu pengadaannya tidak melalui lelang.
Melainkan menggunakan e-purchasing. Rincian anggarannya, Rp 2 miliar untuk pengadaan jembatan bailey dan Rp 1,6 miliar untuk jasa erection atau pemasangan.
’’Rencana awal pakai e-katalog, ketika sudah ada akan segera kita eksekusi. Misalnya tidak ada (e-katalog) kita pakai (pengadaan barang) sesuai dengan kaidahnya,’’ imbuhnya.
Sebab menurut Rofiq, meski menggunakan e-purchasing, namun tahapannya tak bisa serampangan. ’’Biarpun pakai e-katalog ini agak sulit, tidak asal klik saja,’’ ucapnya.
Kendati begitu, ditarget akhir bulan ini sudah ada penyedia, dilanjutkan teken kontrak.
’’Misalnya Mei sudah klir, awal Juni sudah mulai ada pengerjaan. Apalagi sekarang masih turun hujan,’’ ujarnya.
Jembatan di Desa Kudubanjar putus sejak lima tahun lalu, tepatnya awal 2020.
Karena tak kunjung ditangani, warga urunan untuk membangun jembatan darurat dari rangka besi.
Akses jembatan yang membentang di atas Kali Marmoyo tersebut sangat vital untuk aktivitas warga sekitar. Karena menghubungkan Kecamatan Kudu dengan Kecamatan Ngusikan.
Sempat diajukan pembangunan jembatan pada 2024, namun karena ada refocusing anggaran, sehingga proyek tersebut batal. Pemkab kembali mengalokasikan Rp 3,6 miliar tahun ini. (fid/jif/riz)
Editor : Anggi Fridianto