Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Penanganan dari BBWS Tak Jelas, Kerusakan Pintu Dam Yani di Jombang Semakin Meluas

Achmad RW • Sabtu, 17 Mei 2025 | 11:54 WIB
Kerusakan sejumlah pintu air Dam Yani di Desa Budugsidorejo, Kecamatan Sumobito semakin meluas.
Kerusakan sejumlah pintu air Dam Yani di Desa Budugsidorejo, Kecamatan Sumobito semakin meluas.

Radarjombang.id - Kerusakan sejumlah pintu air Dam Yani di Desa Budugsidorejo, Kecamatan Sumobito yang jadi salah satu faktor utama pemicu banjir besar di Jombang di awal tahun lalu hingga kini tak jelas.

Ironisnya, kerusakan justru meluas dari semula empat pintu, sekarang bertambah menjadi tujuh pintu.

Pemkab Jombang waswas akan potensi banjir, terlebih cuaca ekstrem diprediksi masih akan berlangsung hingga akhir Mei mendatang.

”Untuk pintu air Dam Yani, kondisinya belum diperbaiki sampai hari ini, kerusakannya juga bertambah jadi 7 pintu dari 12 pintu yang ada,” terang Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Jombang Sultoni, Jumat (16/5).

Sultoni menyebut, hingga April lalu, sebenarnya jumlah pintu Dam Yani yang rusak tinggal empat titik.

Salah satu pintu bahkan sudah sempat dibongkar teknisi dan alatnya dibawa.

”Namun setelah itu, belum ada perkembangan lagi, bahkan bulan lalu bertambah 3 lagi pintu yang rusak,” imbuhnya.

Karena dam tersebut merupakan aset BBWS Brantas, Pemkab Jombang tak bisa berbuat banyak. Pihaknya bahkan yang sempat mengerahkan teknisi dari internal Dinas PUPR Jombang untuk membantu memperbaiki pintu dam yang rusak, namun tak berhasil.

”Kita sempat mengajak teknisi kita, namun tidak bisa, karena mekanismenya berbeda, dan yang tahu juga dari BBWS Brantas,” lontarnya.

Menurut Sultoni, seluruh pintu air Dam Yani menggunakan sistem elektrik tanpa ada alternatif mode manual.

”Berbeda dengan Dam Balongsono yang masih bisamanual kalau elektriknya tidak berfungsi. Karena full, jadinya sama sekali tidak bisa dibuka, ya sementara dibiarkan,” imbuhnya.

Disinggung terkait dampak kerusakan pintu air dam, Sultoni menyebut Dam Yani memiliki peran vital dalam pengaturan aliran air di Jombang. Sebab, Dam Yani merupakan titik pertemuan aliran air dari dua sungai besar.

”Aliran air dari Kali Gunting dan Ngotok Ring Kanal bertemu jadi satu di sana,” terangnya.

Dengan kerusakan itu, kemungkinan besar laju aliran air di Sungai Ngotok Ring Kanal dan Kali Gunting akan terhambat karena tertutupnya tujuh pintu air tersebut.

”Idealnya jika debit air tinggi, seluruh pintu air Dam Yani harus dibuka. Tujuh pintu air yang tidak bisa terbuka itu pasti akan mengurangi waktu untuk surutnya air, apalagi kan itu pembuang utama ya,” tandasnya.

Untuk diketahui, kerusakan sejumlah pintu air Dam Yani di Desa Budugsidorejo, Kecamatan Sumobito menjadi salah satu faktor utama pemicu bencana banjir besar yang meremdam sekitar 10 wilayah kecamatan di Kabupaten Jombang pada 27 Januari 2025 lalu.

Saat itu, beberapa titik tanggul jebol lantaran tak mampu menahan derasnya air. Perbaikan yang dilakukan BBWS Brantas lamban. Belum Diketahui berapa anggaran pengadaan pintu dam elektrik yang baru dipasang sekitar 2022 itu. (riz/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#dam yani #Jombang #Sumobito #Pemkab Jombang #budugsidorejo #rusak