Radarjombang.id - Pengembangan kawasan industri utara Brantas terus diupayakan pemkab Jombang.
Salah satu yang kini menjadi fokus, yakni terkait aksesibilitas jalan.
Sebagai langkah, Bupati Jombang Warsubi berencana mengajukan proposal pengembangan kawasan industri utara Brantas ke pemerintah pusat dengan harapan bisa mendapat dukungan anggaran dari pusat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang Bayu Pancoroadi menjelaskan, rencana pengembangan kawasan industri utara Brantas terus dimatangkan.
Pihak investor juga sudah berkoordinasi dengan pemkab.
”Jadi, Rabu (7/5) kemarin, pihak PT Intiland sudah bertamu ke Abah Bupati (Warsubi). dari sana menyampaikan sudah membebaskan kurang lebih 300 hektare di utara Brantas,” kata Bayu kepada Jawa Pos Radar Jombang (14/5).
Dari hasil pertemuan itu, baik pemkab maupun perusahaan berkomitmen mewujudkan rencana kawasan industri utara Brantas yang meliputi tiga kecamatan, mulai Kecamatan Kabuh, Ploso, dan Kecamatan Kudu.
Salah satunya merealisasikan akses atau jalan untuk mendukung pengembangan kawasan industri.
”Mereka siap untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah, memang posisi hari ini anggaran yang dibutuhkan jalan ke kawasan industri sangat besar, sekitar Rp 175 miliar,” imbuhnya.
Mengingat anggaran yang dibutuhkan sangat besar sehingga tidak mungkin kalau mengandalkan APBD Jombang. Opsinya mengharap dukungan aggaran dari pemerintah pusat.
”Jadi tidak mungkin didanai APBD. Karena itu, insya Allah akhir Mei atau awal Juni Abah Bupati berencana ke Kementerian PU, menemui Pak Menteri (Dody Hanggodo) atau ke dirjen. Jadi langsung mengantar proposalnya,” ujarnya.
Selain mengusulkan akses jalan pengembangan kawasan industri utara Brantas, pemkab juga akan menyodorkan proposal untuk pengembangan wisata Wonosalam dan wisata religi. Saat ini pihaknya masih mempersiapkan proposal.
”Jadi sebenarnya ada tiga tematik, pertama jalan kawasan industri, lalu wisata Wonosalam, dan wisata religi,” ujarnya.
Menurutnya, ketersediaan infrastruktur jalan yang andal sangat penting untuk pengembangan suatu kawasan.
”Untuk wisata Wonosalam ada tiga ruas yang kami usulkan, sementara wisata religi lebih dari satu ruas. Sekaligus kami usulkan untuk bidang SDA (Sumber Daya Air) untuk mendukung program ketahanan pangan dan swasembada pangan,” ungkapnya. (fid/naz)
Editor : Anggi Fridianto