Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Pemkab Jombang Coba Ngirit Tagihan Listrik, 25 Panel PJU Abonemen Bakal Dipindah ke Meterisasi

Ainul Hafidz • Sabtu, 10 Mei 2025 | 12:45 WIB
BAKAL DIUBAH: PJU di Jl Laksda Adi Sucipto masih memakai abonemen listrik dan lampu pijar.
BAKAL DIUBAH: PJU di Jl Laksda Adi Sucipto masih memakai abonemen listrik dan lampu pijar.

Radarjombang.id - Sedikitnya 25 PJU (penerangan jalan umum) di Jombang yang menggunakan panel meteran listrik abonemen atau biaya tetap akan diubah ke meterisasi.

Itu dilakukan, sebagai upaya pemkab untuk mengurangi biaya tagihan listrik.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jombang Budi Winarno melalui Kabid Lalu Lintas Johan Kartika menjelaskan, PJU terpasang sedikitnya 50 panel meteran listrik masih menggunakan abonemen.

”Jadi rencananya sekitar 25 panel atau separonya akan kami ajukan di P-APBD 2025 untuk diubah ke meterisasi,” kata Johan kepada Jawa Pos Radar Jombang, Jumat (9/5).

Salah satu pertimbangannya, terkait beban tagihan listrik. Harapannya, ketika sudah diubah beban tagihan listrik bisa turun.

”Karena pertama, untuk abonemen dayanya ini besar di atas 10.000 watt. Semuanya juga masih pakai lampu pijar atau nyala kuning. Satu lampunya saja dayanya bisa sampai 250 watt,” imbuhnya.

Sedangkan ketika menggunakan lampu LED (light emitting diode) tidak terlalu besar.

Begitupun ketika jaringan listriknya menggunakan meterisasi menyesuaikan kebutuhan atau penggunaan.

”Akhirnya tagihannya ini besar, karena itu akan kami turunkan pakai meterisasi,” ujarnya.

Jika dihitung tagihan listrik PJU abonemen dengan menggunakan lampu pijar atau nyala kuning dalam satu bulan tagihan hingga Rp 6 juta per satu panel meteran listrik. Biayanya juga tetap.

Baik kondisi lampu menyala atau tidak. ”Sedangkan pakai lampu LED ini maksimal Rp 1,5 juta per bulan.

Itupun sudah menggunakan meterisasi atau tagihannya sesuai penggunaan,” paparnya.

Meski tak disebutkan secara rinci, menurut dia mayoritas yang masih menggunakan lampu pijar dan abonemen berada di Jombang kota. ”Bertahap akan kami ubah,” katanya. (fid)

 

Editor : Anggi Fridianto
#ngirit #Jombang #tagihan listrik #PJU #Pemkab Jombang #membengkak #abonemen #meterisasi