Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Dipastikan Batal Jadi Lokasi Pembangunan Sekolah Rakyat, Lahan Pemkab di Desa Denanyar Bakal Digunakan untuk Pasar

Anggi Fridianto • Kamis, 8 Mei 2025 | 11:38 WIB
Bupati Jombang Warsub bersama Wabup Salmanudin Yazid saat mendampingi jajaran Kemensos survei lahan yang akan digunakan untuk sekolah rakyat  di Denanyar Jombang, Jumat (4/4).
Bupati Jombang Warsub bersama Wabup Salmanudin Yazid saat mendampingi jajaran Kemensos survei lahan yang akan digunakan untuk sekolah rakyat di Denanyar Jombang, Jumat (4/4).

Radarjombang.id - Sekolah Rakyat batal dibangun di Desa Denanyar, Kecamatan Jombang.

Pemerintah pusat lebih memilih lahan Terminal Khusus Parkir di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang untuk dijadikan lokasi pembangunan gedung Sekolah Rakyat yang rencananya akan dibangun tahun ini dengan alokasi anggaran mencapai Rp 200 miliar.

Alhasil, lahan di Denanyar dikembalikan untuk peruntukan awal, yakni merelokasi pedagang Pasar Citra Niaga (PCN).

”Karena hasil keputusan Sekolah Rakyat menggunakan lahan di Desa Tunggorono. Lahan di Denanyar kembali ke rencana awal untuk pasar,” ujar Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Suwignyo saat dikonfirmasi, Rabu (7/5) kemarin.

Suwignyo menyebut sebelumnya pihaknya sempat mengajukan alih fungsi lahan di Desa Denanyar terkait rencana pembangunan Sekolah Rakyat, namun sekarang prosesnya tidak dilanjutkan.

”Jadi kemarin kan kami sudah mengajukan alih fungsi lahan, ternyata yang dipilih di Tunggorono. Jadi kami masih belum melangkah,” ungkapnya.

Hanya saja, lanjut Suwignyo, apabila lahan tersebut kembali ke rencana awal, untuk pembangunannya tetap pada rencana awal, yakni mengusulkan anggarannya ke pusat.

”Sehingga nanti kembali melanjutkan perencanaan kemarin ke Kementerian PUPR,” tegasnya. Saat ini untuk perencanaan tetap dilakukan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jombang.

Sehingga, pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan OPD-OPD terkait. ”Kami juga masih menunggu arahan dari pimpinan seperti apa,” tandasnya.

Sebelumnya, gedung Sekolah Rakyat batal dibangun di Desa Denanyar, Kecamatan Jombang. Salah satu pertimbangannya, luas lahan aset tanah milik pemkab di lokasi tersebut tidak mencapai 5 hektare.

Sebagai gantinya, dipilih lahan Terminal Khusus Parkir di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang. Bahkan, pembangunan direncanakan akan segera dimulai tahun ini dengan alokasi anggaran dari pemerintah pusat mencapai Rp 200 miliar.

Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Jombang Agus Purnomo mengatakan, sebelumnya pemkab mengusulkan tiga lokasi untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Pertama, lahan di Desa Denanyar, Kecamatan Jombang.

Kedua, gedung PSBR yang berada di Desa Sengon, Kecamatan Jombang, dan terakhir Terminal Khusus Parkir di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang. ”Karena lahan yang ada di Denanyar luasanya masih kurang, jadi yang dipilih lahan terminal barang (Terminal Parkir Khusus) yang mempunyai luasan 5,1 hektare,” katanya.

Untuk diketahui, pada 2022 lalu, Pemkab Jombang menggelontorkan anggaran mencapai Rp 22,6 miliar untuk membeli lahan di Desa Denanyar, Kecamatan Jombang seluas 3,7 hektare.

Lahan tersebut bakal diperuntukkan untuk membangun pasar, terutama untuk merelokasi pedagang Pasar Citra Niaga (PCN).

Sayangnya, hingga kini rencana pembangunan tersebut tak ada kejelasan. Upaya mengajukan anggaran pembangunan ke pemerintah pusat juga belum ada hasil. (yan/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#Bupati Jombang #Gunakan #batal #Disdagrin Jombang #Jombang #Lahan #Pemkab Jombang #Desa denanyar #Sekolah Rakyat