Radarjombang.id - Pemkab Jombang bisa bernapas lega.
Itu setelah rencana pembangunan tiga TPS3R (tempat pengolahan sampah reducerReuse recycle) bersumber DAK (dana alokasi khusus) dari pemerintah pusat tak terdampak efisiensi anggaran.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang Miftahul Ulum melalui Kabid Pengelolaan Sampah dan Ruang Terbuka Hijau M Amin Kurniawan menjelaskan, rencana pembangunan tiga titik TPS3R tetap jalan.
”Jadi, dua minggu yang lalu teman-teman bappeda (badan perencanaan pembangunan daerah) menyampaikan DAK fisik untuk sanitasi tidak termasuk yang diefisiensi pemerintah pusat,” kata Amin kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Tiga titik rencana awal juga masih sama. Masing-masing di Desa Cukir, Kecamatan Diwek; Desa Keboan, Kecamatan Ngusikan; dan Desa Pucangsimo, Kecamatan Bandarkedungmulyo.
”Sekarang kami tinggal menunggu juknis (petunjuk teknis), kemungkinan akhir Juni sudah mulai pekerjaan di lapangan,” imbuh dia.
Meski tak hafal anggaran setiap titiknya, menurut Amin, satu lokasi dialokasikan ratusan juta rupiah.
”Antara Rp 500 juta sampai Rp 600 juta per titiknya.
Karena, ada fasilitas kendaraan roda tiga, sarana utilitas dan perlengkapan lainnya,” ujar Amin.
Selain bersumber DAK fisik transfer pusat ke daerah, satu titik lainnya didanai APBD Jombang 2025. Yakni di Desa Tanjunggunung, Kecamatan Peterongan.
”Jadi rencana empat titik tahun ini semuanya tetap jalan. Tiga titik dari DAK fisik dan satu titik dari APBD,” kata Amin.
Pemkab selama ini terus berupaya melakukan penanganan sampah, khususnya berada di desa-desa.
Sampai saat ini sudah ada 104 TPS (tempat penampungan sementara) maupun TPS3R yang sudah terlayani pengangkutan. Lokasinya tersebar di 73 desa dan kelurahan. Rinciannya, 3 di fasilitas umum, 3 titik di rumah sakit, 1 perkantoran, dan 7 unit pondok pesantren, serta 13 titik di pasar. (fid/naz)
Editor : Anggi Fridianto