Radarjombang.id - Pemkab Jombang membuka peluang menjalin kerja sama dengan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.
Saat ini masih dilakukan pembahasan dengan berbagai pihak untuk memantapkan rencana tersebut.
Kabag Tata Pemerintahan Setdakab Jombang Adi Prasetyo menjelaskan, pemkab mengirim tim menhgadiri undangan dari ISI Surakarta, menindak lanjuti rencana kerja sama.
”Jadi itu awalnya teman-teman ISI Surakarta mengajukan usulan kerja sama dengan Pemkab Jombang sejak 2018, karena ada suatu hal sehingga belum bisa ditindak lanjuti,” kata Adi kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Tahun ini, pemkab menerima pengajuan serupa dan sudah ditindaklanjuti.
ISI Surakarta sudah ke Jombang, begitu sebaliknya.
”Tahun ini mereka mengajukan lagi dan ini kami sambung dengan baik.
Mereka juga posisinya sudah berkembang dengan fakultas dan prodi-prodi yang semakin berkembang, tentunya yang kami harapkan mereka bisa berkontribusi perkembangan di Jombang ke depan,” imbuh dia.
Untuk saat ini rencana menjalin kerja sama masih dilakukan pembahasan.
”Untuk detail kerja samanya apa dan bagaimana, ini masih dalam proses pembahasan,” tutur Adi.
Kendati demikian, ketika berkaitan ISI Surakarta arahnya ke bidang pendidikan, kebudayaan, dan pengembangan ekonomi kreatif.
”Atau mungkin bisa jadi untuk pengembangan destinasi wisata. Jadi, arahnya tidak jauh dari itu,” ujar dia.
Sebab, menurut Adi, pemkab sampai saat ini masih kesulitan untuk melakukan pengembangan budaya di Jombang.
”Misalnya yang sudah terlihat, Jombang punya tari remo Boletan, Besut, Wayang Topeng Jatiduwur, artinya pengembangan seperti apa ke depannya, Ini perlu ada sentuhan-sentuhan,” ungkap Adi.
Diharapkan, ketika sudah ada kerja sama tersebut ke depan bisa berdampak signifikan ke Jombang.
”Dengan adanya teman-teman ISI Surakarta itu ada input, bagaimana kami menambah muatan yang sudah ada.
Termasuk bagaimana mengaktifkan Gedung Kesenian Jombang, itu bagian dari membuka ruang budaya untuk masyarakat,” tutur dia.
Selain masih dalam proses pembahasan, pihaknya juga mulai menyusun kerja sama itu.
”Bagian kami di pemerintahan memroses dokumen MoU (memorandum of understanding), ISI Surakarta dengan bupati ada kerja sama antarfakultas atau prodi. Misalnya terkait kebudayaan dengan dinas pendidikan dan kebudayaan dan sebagainya, itu detail dari turunan MoU ketika semuanya sudah klir,” kata Adi. (fid/naz)
Editor : Anggi Fridianto