Radarjombang.id - Pemkab Jombang menarget penyusunan dokumen perencanaan atau detail engineering desain (DED) jembatan Gedung Kesenian Jombang tuntas akhir bulan ini.
Rencananya, struktur jembatan terpisah.
Masing-masing memiliki lebar 6 meter untuk akses keluar dan masuk dan menambah siluet selendang Besut sebagai ikon.
Kepala Dinas PUPR Jombang Bayu Pancoroadi melalui Kabid Tata Bangunan dan Bina Konstruksi Edy Santoso menjelaskan, sampai saat ini penyusunan perencanaan masih berjalan.
”Insya Allah akhir April ini sudah selesai, karena kontraknya sampai bulan ini,” kata Edy kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Meski penyusunan dokumen belum rampung, menurut Edy secara garis besar di area itu untuk struktur jembatan terpisah.
Masing-masing untuk akses masuk dan keluar tak dijadikan satu.
”Jadi lokasinya tetap berdampingan, hanya struktur jembatan terpisah. Ada in-outnya,” imbuh dia.
Masing-masing memiliki lebar 6 meter. Sehingga total 12 meter.
”Tetapi tidak full 12 meter lebarnya, kita pisah antara in dan out,” tambahnya lagi.
Di jembatan itu nantinya juga bakal dihiasi dengan ikon. Salah satunya selendang Besut.
”Tidak ada gapura, ada seperti siluet selendangnya besut. Sehingga di sana ada ikon atau huruf besarnya,” papar dia.
Karena masih dalam penyusunan perencanaan, Edy belum bisa menjelaskan rinci terkait penambahan siluet sebagai ikon itu. ”Ini masih proses penyusunan, belum selesai 100 persen,” kata Edy.
Sebelumnya, Pemkab Jombang terus melengkapi sarana prasarana Gedung Kesenian Jombang.
Rencananya tahun ini bakal dibangun jembatan sebagai akses keluar-masuk. Pagu anggaran yang disiapkan sebesar Rp 2,7 miliar bersumber APBD 2025.
Gedung Kesenian Jombang dibangun pada 2022 lalu. Proyek itu menyedot anggaran Rp 3,7 miliar bersumber APBD 2022.
Tahun berikutnya atau pada 2023 melengkapi sarana dan prasana atau fasilitas bagian dalam gedung dengan pagu Rp 2,5 miliar bersumber Perubahaan APBD 2023.
Sementara pada 2024 pemkab kembali melengkapi fasilitas dengan membangun gudang dan pemasangan tempat lighting dengan anggaran Rp 350 juta. (fid)
Editor : Anggi Fridianto