Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Diusulkan Jadi Lokasi Gedung Sementara Sekolah Rakyat di Jombang, Begini Kondisi SKB Mojoagung

Anggi Fridianto • Selasa, 22 April 2025 | 11:55 WIB
TEMPAT SEMENTARA: Kepala SKB Mojoagung Thohari saat menunjukkan ruang kelas yang akan digunakan sebagai tempat KBM sekolah rakyat.
TEMPAT SEMENTARA: Kepala SKB Mojoagung Thohari saat menunjukkan ruang kelas yang akan digunakan sebagai tempat KBM sekolah rakyat.

Radarjombang.id - Rencana Pemkab Jombang mengunakan ruang kelas di SKB Mojoagung sebagai tempat sementara kegiatan belajar mengajar (KBM) sekolah rakyat terus dimatangkan.

Sejauh ini, kondisi tiga gedung di SKB Mojoagung sudah cukup representatif, namun butuh beberapa penyesuaian dan penambahan sarpras.

Pantauan di lokasi, ada tiga ruang di SKB Mojoagung yang rencana digunakan sekolah rakyat.

Meliputi ruang praktik tata busana, tata boga dan beberapa ruang kelas. Secara umum, kondisinya masih representatif untuk kegiatan KBM.

”Jadi kami mendukung penuh kebijakan daerah, dan apalagi ini merupakan program pusat.

Kami menyiapkan ruangan yang dibutuhkan untuk kegiatan sekolah rakyat meliputi dapur yang biasa digunakan praktik tata boga, maupun kelas tata busana ini,’’ ujar Kepala SKB Mojoagung Thohari ditemui Jawa Pos Radar Jombang kemarin (21/4).

Ia mengakui, beberapa waktu lalu jajaran Kementerian Sosial dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah melakukan sidak ke lokasi.

Namun, sampai dengan kemarin pihaknya belum mendapat pemberitahuan lebih lanjut.

”Jadi lebih lanjut kami menunggu instruksi desainnya dari tim dinsos maupun Kemensos yang akan memetakan sesuai kebutuhannya,’’ tambahnya.

Ia mengatakan, total ada tujuh ruang kelas yang siap digunakan untuk KBM sekolah rakyat.

Hanya, karena sekolah rakyat nantinya berbasis boarding school dengan konsep mirip pondok pesantren, tentu sejumlah sarana dan prasarana butuh disesuaikan kebutuhan.

Misalnya, ruang dapur untuk memasak, ruang asrama untuk siswa, ruang guru hingga ruang makan untuk para siswa.

”Itu yang kami belum tahu konsepnya. Namun yang jelas, tujuh ruangan ini insya Allah memadai untuk digunakan,’’ papar dia.

Tak hanya itu, karena konsep sekolah rakyat berbasis boarding school, maka sarana prasarana MCK  harus ditambah.

Sebab, jumlah MCK masih menyesuaikan dengan kondisi sekolah pada umumnya.

”Kemudian butuh penambahan kamar mandi. Karena kalau hanya mengandalkan 4 yang ada di sini pasti antre lama,’’ jelas dia.

Meski begitu, ia memastikan jika tujuh ruang yang dibangun bervariatif mulai 2019-2022 aman dan representatif.

”Kalau kondisi saat musim hujan aman, tidak ada bocor hanya butuh penyesuaian kebutuhan saja,’’ pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemkab Jombang gerak cepat untuk memulai kegiatan belajar mengajar (KBM) sekolah rakyat tahun ajaran 2025-2026 Juli mendatang.

Salah satunya, telah memulai proses seleksi calon siswa sekolah rakyat jenjang SMP dan SMA. Kegiatan belajar mengajar sementara memanfaatkan gedung SKB Mojoagung.

Bupati Jombang Warsubi menyampaikan, proses seleksi telah dimulai yang melibatkan beberapa unsur.

Mulai camat, kepala desa hingga dari unsur dinas pendidikan dan kebudayaan. Dari pendataan ini, terkumpul 60 siswa untuk jenjang SMP dan SMA.

”Jadi saat ini rombel (rombongan belajar) yang sudah terpenuhi SMP dan SMA sudah, sekitar 60 siswa lebih,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang, (17/4).

Untuk seleksi siswa jenjang SD masih berproses dan kuota belum terpenuhi. Hanya saja, pihaknya akan terus melakukan pendataan sampai kegiatan KBM dimulai Juli mendatang.

”Karena ini tergantung masyarakat. Jika masyarakat berkeinginan menyekolahkan anak-anak mereka, maka kita buka untuk rombel SD ini,’’ tambahnya. (ang/naz)

Editor : Anggi Fridianto
#Warsubi #Bupati Jombang #Jombang #Pemkab Jombang #SKb Mojoagung #Sekolah Rakyat